Breaking News:

Apa yang Menjadi Penyebab Sel Darah Merah Penderita Thalasemi Mudah Hancur? Simak Ulasan Dokter

Penyakit thalasemia bukanlah karena genetik tetapi penyakit yang diturunkan. Jika orangtua menderita thalasemia, maka anak juga akan mengalaminya.

pixabay.com
ilustrasi sel darah thalasemia 

TRIBUNHEALTH.COM - Thalasemi adalah penyakit yang diturunkan atau herediter, bukan karena genetik atau bawaan.

Penyakit ini diturunkan oleh orangtua yang menderita thalasemia.

Setiap pasien thalasemia, pasti orangtuaya menderita thalasemia.

Baik thalasemia mayor, atau hanya sebagai pembawa.

Tubuh kita memiliki sel darah merah atau hemoglobin.

Pada orang normal, hemoglobin terspikulasi, berbeda dengan penderita thalasemia yang biasa disebut teler.

ilustrasi sel darah thalasemia
ilustrasi sel darah thalasemia (pixabay.com)

Baca juga: Tak Hanya Menyebabkan Kemandulan, Varikokel Juga Menyebabkan Permasalahan pada Buah Zakar

Ketidakmampuan dari hemoglobin yang mempertahankan diri sesuai dengan usianya, sehingga sel darah merah mudah hancur.

Sel darah merah mudah hancur karena yang membedakan adalah pada pasien thalasemia, sel darah merah sangat rapuh.

Apabila penderita thalasemia kekurangan salah satu rantai dari hemoglobinnya, sehingga mudah pecah jadi usiannya tidak sama seperti orang lain.

Secara umum jenis thalasemi ada 2, berdasarkan etiologi atau penyebabnya.

Jika hemoglobin kekurangan rantai alfa, beta, atau gama dan rantai yang lain tergantung dnegan penyebabnya.

Baca juga: Perusahaan Jepang Kembangkan Cacing untuk Skrining Kanker Pankreas, Gunakan Sampel Urine

Berdasarkan penyebabnya secara umum, yang paling banyak ialah thalasemia beta, thalasemia alfa.

Pemerikasaan pada penyakit thalasemia ini harus dilakukan secara genetik atau pemeriksaan kromosom.

Kedua, jenis thalasemi berdasarkan klinis yaitu keseringan.

Seberapa sering penderita thalasemi menjalani transfusi darah.

Apabila sering menjalani transfusi darah, maka disebut dengan thalasemia mayor.

Untuk yang jarang melakukan transfusi darah disebut dengan thalasemia intermedia.

Baca juga: Seperti Halnya Payudara, Pemeriksaan Testis Penting untuk Deteksi Kanker, Bisa Dilakukan Sendiri

Yang mungkin tidak melakukan transfusi sama sekali biasa disebut dengan thalasemia minor.

Jika thalasemia mayor, secara genetik timbul di usia-usia awal atau usia bayi 3-4 bulan.

Secara statistik memang umumnya terdeteksi sekitar di bawah umur 10 tahun, rata-rata sekitar umur 4-5 tahun akan terdeteksi.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved