Breaking News:

Perubahan Hormon dan Pertambahan Usia Menyebabkan Adanya Perubahan Siklus Menstruasi

Menstruasi atau haid adalah siklus bulanan wanita yakni mengalami perdarahan pada vagina. Menstruasi terjadi saat wanita tidak hamil.

pixabay.com
ilustrasi perubahan siklus menstruasi 

TRIBUNHEALTH.COM - Perempuan yang memasuki masa pubertas pada umumnya akan mengalami siklus menstruasi.

Menstruasi adalah siklus bulanan wanita yakni mengalami perdarahan pada vagina.

Terjadinya siklus menstruasi akibat penebalan dinding rahim yang berisi pembuluh darah, saat tidak terjadi kehamilan, maka dinding rahim akan meluruh dan keluar bercampur darah melalui vagina.

Siklus menstruasi terjadi berkaitan dengan kondisi hormon seseorang.

Semakin bertambahnya usia, maka akan mengubah hormon.

ilustrasi perubahan siklus menstruasi
ilustrasi perubahan siklus menstruasi (pixabay.com)

Baca juga: Benarkah Ulat Gigi Penyebab Gigi Berlubang? Begini Kata Dokter Gigi

Hal tersebut menyebabkan adanya perubahan siklus menstruasi ketika perempuan mengalami pertambahan usia.

Khususnya pada perempuan yang memasuki usia 40 tahun.

Pertambahan usia menyebabkan seseorang mengalami penurunan hormon, seperti hormon esterogen pada wanita.

Penurunan hormon esterogen dalam tubuh perempuan dapat menyebabkan perubahan siklus menstruasi.

Siklus menstuasi yang teratur pada usia yang tidak lagi muda, menunjukkan bahwa masih ada sel telur yang berfungsi di ovarium.

Baca juga: Penyebab Kualitas Tidur yang Buruk menurut Dokter Praktisi Kesehatan Tidur, Rimawati Tedjasukmana

Sehingga sel telur bisa mengatur siklus menstruasi.

Meskipun usia tidak lagi muda, dan siklus menstruasi masih teratur kemungkinan bisa terjadi kehamilan.

Berbicara tentang kualitas, maka kualitas telur perempuan sesuai dengan usia pasien.

Kualitas telur perempuan yang berusia tidak lagi muda, maka kualitas telur tidak akan sebaik dengan usia telur yang berusia kurang dari 40 tahun.

Usia telur diatas 44 tahun, kemungkinan akan sulit mendapat kehamilan dibandingkan dengan usia telur yang lebih muda.

Baca juga: Presiden IDF Sebut Diabetes sebagai Pandemi, Diprediksi Bakal Melonjak dalam 2 Tahun Kedepan

Sulitnya kehamilan tidak karena faktor dari perempuan saja, masih banyak faktor-faktor lain seperti:

- Faktor dari suami

- Faktor berhubugan

- Faktor yang mendukung kehamilan

Sulitnya mendapat kehamilan tidak hanya faktor dari perempuan saja.

Pada pasangan yang tidak lagi muda, disarankan mencegah terjadinya kehamilan dengan menggunakan alat kontrasepsi.

Lebih baik konsultasikan dengan dokter untuk memperkirakan alat kontrasepsi apa yang tepat digunakan untuk pasien dan tidak menimbulkan perdarahan.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan dr. Surahman Hakim, Sp.OG. Seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Selasa (16/3/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved