Breaking News:

Pertumbuhan Tulang Rahang yang Abnormal Menjadi Salah Satu Penyebab Gigi Protrusif

Dalam kedokteran gigi, kejadian gigi maju atau gigi tonggos disebut dengan gigi prostrusif. Kejadian ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

grid.id
ilustrasi pertumbuhan rahang abnormal 

TRIBUNHEALTH.COM - Istilah gigi maju atau gigi tonggos dalam kedokteran gigi dikenal dengan istilah gigi protrusif.

Gigi protrusif adalah suatu kondisi atau keadaan di mana gigi tumbuh atau berada pada posisi sedikit maju kedepan untuk gigi anteror rahang atas atau gigi depan dibandingkan dengan kondisi normalnya.

Berdasarkan faktor penyebab atau etiologi dari gigi protrusif, pada umumnya terbagi menjadi 2:

- Faktor tumbuh kembang

- Faktor kebiasaan buruk (bad habbit)

Dimana pada faktor tumbuh kembang ini, biasanya disertai atau mengakibatkan scale etal.

ilustrasi pertumbuhan rahang abnormal
ilustrasi pertumbuhan rahang abnormal (grid.id)

Baca juga: Dokter Sebut Kondisi Penyakit Periodontal Bisa Memicu Stroke Akibat Hiperkoagulasi

Artinya bahwa gigi protrusif atau gigi maju diakibatkan adanya abnormal pertumbuhan dari tulang rahang.

Baik rahang atas (maksila) maupun rahang bawah (mandibula).

Pada dasarnya ada dua, yakni dimana rahang atas bentuknya lebih besar dari umumnya.

Sedangkan rahang bawah mengalami keadaan atau pertumbuhan normal.

Sehingga gigi bagian depan akibat ekspansi rahang atas yang cukup besar, dan lebih maju ke depan.

Kondisi kedua yakni dimana rahang atas mengalami kondisi normal tetapi rahang bawah mengalami defisiensi pertumbuhan.

Baca juga: Karang Gigi Memiliki Tekstur yang Hampir Sama dengan Gigi Karena 70-80% Materialnya Anorganik

Dengan kata lain terjadi pertumbuhan yang melambat atau mengecil, sehingga kondisi rahang bawah atau mandibula mengalami keadaan retrusif dibandingkan dengan rahang atas.

Hal tersebut dikarenakan terjadinya faktor tumbuh kembang pada masa pertumbuhan janin.

Untuk kebiasaan buruk atau bad habbit, sering terjadi pada usia anak-anak.

Beberapa kebiasaan buruk yang terjadi pada anak-anak seperti sering menggigit ibu jari atau biasa disebut dengan tongue of finger sucking.

Selain itu, adanya kondisi bernafas melalui mulut atau mouth breathing.

Ataukah karena anak-anak biasa menjulurkan lidah, artinya posisi lidah diantara gigi rahang atas dan rahang bawah sehingga mengakibatkan keadaan gigi protrusif.

Baca juga: Tak Perlu Olahraga Mati-matian, Presiden IDF Sebut Risiko Diabetes Tipe 2 Bisa Turun dengan Hal Ini

Kebiasaan anak menggigit bibir, bisa mengakibatkan kondisi-kondisi gigi mengalami pertumbuhan yang protrusif.

Beberapa referensi selain dua faktor tersebut, ada juga yang disebabkan oleh faktor herediter (keturunan).

Dimana pada masa pertumbuhan janin, terjadi kromosom ibu turun kepada anak walaupun masih minim.

Pada umumnya kondisi protrusif terdapat 2 hal, yaitu faktor tumbuh kembang dan faktor kebiasaan buruk.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com , dan disampaikan oleh Dr. drg. Munawir H. Usman, S.KG., M.AP. Seorang dokter gigi. Selasa (23/2/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved