Breaking News:

Pakar Kesehatan Ungkap Mengapa Orang Menderita Diabetes setelah Terpapar Virus Corona

Pakar tak menampik ada kemungkinan virus corona picu diabetes, meski anggapan tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan ahli

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI Orang dengan diabetes terpapar virus corona atau Covid-19 ---- FOTO: Tenaga medis melakukan simulasi alur masuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). Simulasi dari mulai pasien terduga Covid-19 datang ke RSHS, diperiksa di ruang Isolasi IGD, hingga dibawa ke Ruang Khusus Isolasi Kemuning tersebut, dilakukan untuk melatih kesiapan tenaga hingga sarana medis dalam menangani dan merawat pasien terduga virus corona yang masuk ke RSHS Bandung. 

TRIBUNHEALTH.COM - Tingginya angka diabetes di seluruh dunia telah memicu kekhawatiran di kalangan ahli.

Terlebih lagi, pandemi Covid-19 diyakini telah menambah risiko bagi penderita diabetes.

Bahkan ada pula orang yang menderita diabetes setelah terpapar Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh kepala petugas ilmiah dan medis untuk American Diabetes Association, Dr. Robert Gabbay.

"Mungkin ada lebih banyak orang yang terkena diabetes karena Covid," kata Gabbay kepada CNN, dikutip TribunHealth.com, Selasa (16/11/2021).

"Mungkin ada diabetes spesifik yang diinduksi Covid, meskipun ada beberapa perdebatan tentang itu saat ini."

Baca juga: Kasus Covid-19 di Eropa Melonjak, WHO Sebut Kini Benua Biru Jadi Pusat Penularan Virus Corona

Baca juga: Gejala Hiperglikemia pada Penderita Diabetes, Bisa Picu Komplikasi Ketoasidosis yang Mematikan

Ilustrasi berbagai metode tes COVID-19
Ilustrasi berbagai metode tes COVID-19 (health.grid.id)

Sebuah analisis global yang diterbitkan pada tahun 2020 menemukan sebanyak 14% orang yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 yang parah, kemudian mengembangkan diabetes.

Ulasan lain yang diterbitkan Oktober ini menemukan contoh diabetes tipe 1 atau tipe 2 onset baru pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa yang terinfeksi Covid-19.

"Apakah diabetes onset baru kemungkinan akan tetap permanen tidak diketahui, karena tindak lanjut jangka panjang dari pasien ini terbatas," studi tersebut melaporkan.

Sangat mungkin bahwa Covid-19 bukanlah biang keladinya.

Baca juga: Cara Mencegah Penularan Covid-19 saat Libur Nataru, Ini Anjuran dari Satgas Covid-19

Baca juga: Labu Punya Sederet Manfaat Kesehatan, Baik untuk Penderita Diabetes hingga Penyakit Kardiovaskular

Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020)
Ilustrasi Penanganan Covid pada anak FOTO: RSUP Sanglah menggelar simulasi terkait penanganan virus corona, Rabu (12/2/2020) (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Kelainan gula darah dapat dipicu oleh stres infeksi dan steroid yang digunakan untuk melawan peradangan Covid-19, kata Gabbay.

Penjelasan lain, orang tersebut mungkin memiliki pra-diabetes, yang angkanya sekitar 88 juta orang Amerika saat ini, menurut American Medical Association dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Orang juga mungkin menderita diabetes yang sebelumnya tidak terdiagnosis.

IDF memperkirakan bahwa dari 537 juta orang dewasa yang hidup dengan diabetes di seluruh dunia, hampir setengahnya (44,7%) belum terdiagnosis.

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Sebut Penderita Diabetes Mengeluarkan Bau Mulut yang Khas

Baca juga: drg. Anastasia Ungkap Persiapan Penderita Diabetes yang Hendak Melakukan Pembersihan Gigi dan Mulut

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes (health.kompas.com)

Tetapi ada juga bukti bahwa SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19, dapat mengikat reseptor ACE2 di sel pankreas, organ yang memproduksi insulin tubuh, kata Boulton dan Gabbay kepada CNN.

Dr. Andrew Boulton merupakan Presiden International Diabetes Federation (IDF).

"Virus menyerang sel-sel di pankreas dan mengganggu produksi insulin mereka, jadi itu mungkin mekanisme lain," kata Gabbay.

"Dan orang-orang yang didiagnosis di rumah sakit dengan diabetes untuk pertama kalinya, melalui mekanisme apa pun, sayangnya menjadi lebih buruk."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved