Breaking News:

Kebiasaan Merokok Mengakibatkan Sel dan Jaringan Tubuh Rusak, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Paru

Kebiasaan merokok ternyata tak hanya berdampak negatif terhadap sistem pernafasan, tetapi merokok juga mempengaruhi kesehatan sel dan jaringan tubuh.

freepik.com
ilustrasi rokok dapat membahayakan kesehatan tubuh 

TRIBUNHEALTH.COM - Merokok merupakan kebiasaan yang dapat menyebabkan efek negatif pada tubuh.

Tidak hanya bagi orang yang merokok, perokok pasif atau orang yang menghirup asap rokok beresiko terena berbagai penyakit yang serius.

Meski tidak merokok, tapi paparan asap rokok bisa mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan yang signifikan untuk yang menghirupnya.

Paparan asap rokok yang dihirup oleh perokok pasif akan meningkatkan resiko kanker paru-paru, emfisema, dan gangguan jantung berkisar 30%.

Asap paling berbahaya dari rokok, karena mengandung zat yang lebih berbahaya dari asap rokok yang dihirup oleh perokok aktif.

ilustrasi rokok dapat membahayakan kesehatan tubuh
ilustrasi rokok dapat membahayakan kesehatan tubuh (freepik.com)

Baca juga: Tips dr. Sylvana Evawani, Sp.KJ untuk Atasi Kecemasan Berlebih, Atur Napas dan Lakukan Relaksasi

Kondisi ini bisa terjadi karena asap tidak mellui filter sehingga menyebabkan gangguan kesehatan bagi yang terpapar.

Sekitar 7000 bahan kimia berbahaya terkandung dalam asap rokok.

Bahan kimia seperti karbon monoksida, hidrogen sianida, dan benzena.

Apabila terpapar asap rokok terus menerus, maka dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh.

Serta dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi yang menghirupnya.

Asap rokok bisa menyebabkan keluhan-keluhan seperti batuk, dan rasa nyeri pada dada.

Baca juga: Wiku Adisasmito Imbau Penyelenggara Fasilitas Publik Membentuk Satgas Prokes selama Libur Nataru

Nyeri pada dada dikarenakan iritasi akibat asap rokok di saluran pernafasan.

Untuk mengatasi batuk dan nyeri pada dada, kebiasaan merokok harus dihentikan.

Apabila konsumsi obat biasa masih belum membaik, waspada terhadap flek pada paru.

Sehingga memerlukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan foto thorax atau dianjurkan dengan pemeriksaan dahak.

Batuk dan nyeri pada dada bisa saja disebabkan karena iritasi asap rokok di saluran nafas.

Penyebab dari batuk dan rasa nyeri bukan semata-mata karena adanya flek pada paru-paru.

Baca juga: Mengenal Fungsi Water Floss dan Cara Penggunaanya dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Tetapi bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab.

Setelah berhenti merokok dan kondisi batuk sudah sembuh bisa melanjutkan pemeriksaan ke dokter.

Meskipun batuk sembuh, tetap bisa dilakukan screening dengan tujuan mengetahui lebih lanjut kondisi paru-paru.

Jika batuk berulang, maka diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan dr. Hermawan Setyanto, Sp.P. Seorang dokter spesialis paru. Rabu (2/12/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved