Breaking News:

Vaksin HPV Terbukti Selamatkan Ratusan Wanita Inggris dari Kanker Serviks

Inggris sendiri telah menggalakkan vaksinasi HPV demi menekan angka kanker serviks di negaranya

tribunnews.com
ilustrasi vaksin kanker serviks 

TRIBUNHEALTH.COM - Vaksin HPV terbukti mampu mengurangi angka kanker serviks di Inggris.

Tak tanggung-tanggung, penelitian terbaru menyebut vaksin itu mampu melindungi ratusan wanita dari penyakit kanker serviks, berkat kampanye vaksin nasional yang digalakkan Inggris.

Studi yang dilakukan oleh Kings College London dan diterbitkan di The Lancet, mengatakan tingkat kanker serviks pada wanita yang memiliki vaksin human papillomavirus (HPV) antara usia 12 dan 13 tahun adalah 87 persen lebih rendah daripada wanita yang tidak divaksinasi.

Pada wanita berusia 14 hingga 16 tahun, tingkat kanker 62 persen lebih rendah dan 34 persen lebih rendah pada wanita berusia 16 hingga 18 tahun.

Hasil ini, kata peneliti, membuktikan manfaat vaksin HPV, dilansir TribunHealth.com dari Independent, Kamis (4/11/2021).

Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19 dengan Dosis Lebih Kecil, Bagaimana Respon Imun Anak Usia 5-11 Tahun?

Baca juga: Terlambat Deteksi Kanker Serviks, Waspada Risiko yang Terjadi, Simak Penjelasan Berikut

ilustrasi kanker serviks
ilustrasi kanker serviks (kompas.com)

Menurut perkiraan oleh Universitas Oxford, 10 juta wanita menerima dosis vaksin antara 2009 dan 2018.

Para ahli melihat data dari program vaksinasi menggunakan vaksin Cervarix, yang diberikan kepada anak perempuan di NHS dari 2008 hingga September 2012.

Vaksin yang berbeda, Gardasil, sekarang digunakan dan diberikan kepada anak perempuan dan laki-laki berusia 12 dan 13 tahun.

Studi tersebut memperkirakan bahwa di Inggris, ada 450 lebih sedikit kasus kanker serviks dan 17.200 lebih sedikit kasus pra-kanker daripada yang diperkirakan, pada Juni 2019.

Baca juga: 4 Tips NHS untuk Cegah Kanker Serviks, Vaksinasi hingga Lakukan Hubungan Seksual yang Aman

Ilustrasi letak serviks pada sistem reproduksi wanita
Ilustrasi letak serviks pada sistem reproduksi wanita (bangka.tribunnews.com)

Dr Kate Soldan, dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris, mengatakan penelitian tersebut memberikan bukti langsung pertama di seluruh dunia tentang pencegahan kanker serviks menggunakan vaksin untuk dua jenis HPV, virus yang dapat memicu kanker serviks.

Dia berkata: "Ini merupakan langkah maju yang penting dalam pencegahan kanker serviks."

Profesor Peter Sasieni, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan: “Sungguh luar biasa melihat dampak vaksinasi HPV dan sekarang kami dapat membuktikannya mencegah ratusan wanita terkena kanker di Inggris."

“Kami telah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa vaksinasi HPV sangat efektif dalam mencegah jenis virus tertentu, tetapi untuk melihat dampak kehidupan nyata dari vaksin tersebut benar-benar bermanfaat."

Baca juga: 4 Tips NHS untuk Cegah Kanker Serviks, Vaksinasi hingga Lakukan Hubungan Seksual yang Aman

Baca juga: dr. G. Iranita Dyantika: Perlunya Menghilangkan Virus HPV dan Memperbaiki Imun Pasien Kanker Serviks

ilustrasi kanker serviks
ilustrasi kanker serviks (tribunnews.com)

“Dengan asumsi kebanyakan orang terus mendapatkan vaksin HPV dan melakukan skrining, kanker serviks akan menjadi penyakit langka.

“Tahun ini kita sudah melihat kekuatan vaksin dalam mengendalikan pandemi Covid-19. Data ini menunjukkan bahwa vaksinasi bekerja dalam mencegah beberapa jenis kanker.”

Cancer Research UK, yang mendanai penelitian tersebut, mengatakan temuan itu lebih baik dari yang diharapkan dan kanker serviks bisa menjadi penyakit langka berkat vaksin yang dikombinasikan dengan skrining.

Vaksinasi HPV sendiri telah diperkenalkan di 100 negara hingga saat ini sebagai bagian dari upaya Organisasi Kesehatan Dunia untuk menghilangkan kanker serviks.

Profesor Maggie Cruickshank dari University of Aberdeen, mengatakan: “Skala efek vaksinasi HPV yang dilaporkan oleh penelitian ini harus merangsang program vaksinasi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana masalah kanker serviks adalah masalah kesehatan masyarakat yang jauh lebih besar daripada mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang baik.”

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved