Breaking News:

Berbagai Organisasi Kesehatan Tegaskan Vaksin Covid-19 Tak Pengaruhi Pubertas dan Kesuburan Anak

Ada isu yang menyebut vaksin Covid-19 bisa mempengaruhi pubertas dan kesuburan anak di masa mendatang

Tribunnews/Irwan Rismawan
ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 pada warga saat vaksinasi Covid-19 keliling Polda Metro Jaya di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2021) malam. Polda Metro Jaya menggelar vaksinasi Covid-19 keliling di kawasan titik pembatasan mobilitas saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro guna mempercepat target pemerintah menjalankan program vaksinasi Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Ada banyak kekhawatiran baru seiring izin vaksinasi untuk anak usia 5-11 tahun mulai diberikan oleh beberapa negara.

Sebuah survei yang dirilis oleh Kaiser Family Foundation minggu lalu menemukan bahwa 66% orang tua dari anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun khawatir bahwa vaksin dapat berdampak negatif pada kesuburan anak-anak di kemudian hari.

Terkait hal ini dokter dan berbagai organisasi kesehatan memberikan penjelasan.

"Klaim tidak berdasar yang menghubungkan vaksin COVID-19 dengan infertilitas telah dibantah secara ilmiah," kata American Academy of Pediatrics, dilansir TribunHealth.com dari CNN Senin (1/11/2021).

“Tidak ada bukti bahwa vaksin dapat menyebabkan hilangnya kesuburan."

Baca juga: Tanya Jawab Vaksin Covid-19 pada Anak, Apakah Dosis yang Diberikan Sama seperti Orang Dewasa?

Baca juga: Indonesia Terima Hibah Vaksin Sinovac dari RRT, Bukti Pemerintah Menjamin Ketersedian Vaksin

ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan melakukan imunisasi terhadap seorang anak di balai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/10/2020). Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung pada 21 Oktober hingga 9 November mendatang dengan target 1.720 siswa sekolah dasar. Dengan imunisasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak-anak di wilayah Pademangan. Kabar terbaru, Vaksin Sinovac Boleh untuk Usia 6-11 Tahun, Ini Alasan Anak Harus Divaksin.
ILUSTRASI Vaksinasi pada anak - Petugas kesehatan melakukan imunisasi terhadap seorang anak di balai warga Pademangan Timur, Jakarta Utara, Jumat (23/10/2020). Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) berlangsung pada 21 Oktober hingga 9 November mendatang dengan target 1.720 siswa sekolah dasar. Dengan imunisasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan kesehatan jangka panjang bagi anak-anak di wilayah Pademangan. Kabar terbaru, Vaksin Sinovac Boleh untuk Usia 6-11 Tahun, Ini Alasan Anak Harus Divaksin. (Tribunnews/Jeprima)

"Sementara kesuburan tidak dipelajari secara khusus dalam uji klinis vaksin, tidak ada kehilangan kesuburan yang dilaporkan di antara peserta uji coba atau di antara jutaan orang yang telah menerima vaksin sejak otorisasi, dan tidak ada tanda-tanda infertilitas yang muncul dalam penelitian pada hewan," tambahnya.

"Demikian pula, tidak ada bukti bahwa vaksin COVID-19 memengaruhi pubertas."

American College of Obstetricians and Gynecologists, juga mendorong wanita untuk divaksinasi terhadap Covid-19.

"Organisasi medis terkemuka telah berulang kali menegaskan bahwa vaksin COVID-19 tidak berdampak pada kesuburan," katanya.

Hal yang sama berlaku untuk kesuburan pria, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Baca juga: Ilmuwan Oxford Dikabarkan Mulai Modifikasi Vaksin Corona, Bakal Targetkan Varian Delta Secara Khusus

Baca juga: Meski Telah Divaksin, Seseorang Tetap Bisa Tertular Virus Corona, Profesor Jelaskan Penyebabnya

Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini.
Ilustrasi Vaksin - Bukti vaksin menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki oleh seluruh masyarakat, maka simak penjelasan tentang vaksinasi berikut ini. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Pekan lalu, beberapa anggota Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait FDA menyuarakan keprihatinan tentang apakah perlu memvaksinasi seluruh kelompok usia ini saat ini.

Tidak ada satu pun yang mengajukan pertanyaan tentang efek pada kesuburan.

Itu karena tidak ada alasan ilmiah untuk berpikir bahwa vaksin dapat mempengaruhi perkembangan anak hingga pubertas atau kesuburan mereka di masa depan, kata dokter berulang kali.

Dan komite kemudian memberikan suara 17-0, dengan satu abstain, untuk merekomendasikan otorisasi penggunaan darurat vaksin pada kelompok usia 5 hingga 11 tahun.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved