Breaking News:

Vaginismus dan Dispareunia, 2 Penyebab Hubungan Seksual Terasa Menyakitkan pada Perempuan

Pada tahap parah, kedua kondisi ini bisa menjadi masalah serius yang mengancam keutuhan rumah tangga

jogja.tribunnews.com
Ilustrasi hubungan seksual terganggu karena vaginismus 

TRIBUNHEALTH.COM - Hubungan seksual bisa menjadi suatu yang menyakitkan bagi sebagian orang.

Biasanya ada dua hal yang memicu hal ini, vaginismus dan dispareunia, dilansir TribunHealth.com dari CNA, Senin (1/11/2021).

Wanita yang menderita vaginismus tidak dapat mentolerir segala bentuk penetrasi vagina karena rasa sakit.

Kondisi tersebut membuat seks "sepenuhnya tidak mungkin", kata Dr Kelly Loi, seorang dokter kandungan dan ginekolog di Mount Elizabeth Fertility Centre.

Baca juga: Apa Penyebab Keluarnya Cairan Bening pada Vagina? Begini Tanggapan dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Baca juga: dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS: Rasa Gatal Pada Vagina Bisa Disebabkan Akibat Infeksi Jamur

Ilustrasi vaginismus
Ilustrasi vaginismus (jogja.tribunnews.com)

Bahkan, untuk pasien dengan vaginismus parah, berpikir mengenai pemeriksaan panggul saja dapat menyebabkan mereka mengalami palpitasi, gemetar dan mual, katanya.

“Dengan dispareunia, seks mungkin dilakukan tetapi menyakitkan dan tidak nyaman,” tambah Dr Loi.

Kedua kondisi tersebut sekarang diklasifikasikan dalam satu kategori – gangguan nyeri/penetrasi genito-panggul (GPPPD), kata Dr Tan Tse Yeun, konsultan di KK Women's and Children's Rumah Sakit (KKH) Departemen Kedokteran Reproduksi.

Biasanya, penyebab dispareunia adalah vaginismus, yang menurut KKH adalah bentuk paling umum dari disfungsi seksual wanita di antara pasiennya.

Tetapi sebelum menegakkan diagnosis, dokter terlebih dahulu akan menghilangkan kemungkinan penyebab lain, yang mungkin termasuk “infeksi, kondisi peradangan kulit, penyebab neurologis, penyebab hormonal dan bahkan penyebab struktural yang mempengaruhi sistem genital wanita”, kata Dr Grace Huang, dokter umum di Klinik DTAP, yang fokus pada kesehatan perempuan dan seksual.

Baca juga: Waspada, Ketahui Penyebab Terjadinya Penyakit Menular Seksual

Baca juga: Libido Seksual Mulai Menurun saat Masuki Menopause, Ini Tips Agar Hubungan Suami Istri Tetap Nyaman

ilustrasi pasangan yang memiliki seksualitas sehat
ilustrasi pasangan yang memiliki seksualitas sehat (lifestyle.kompas.com)

Bagi banyak wanita, apa yang menyebabkan vaginismus dan akhirnya, dispareunia, adalah "ketakutan dan kecemasan yang intens tentang rasa sakit sebelum atau selama penetrasi vagina", kata Dr Tan.

“Ketika wanita mengantisipasi bahwa rasa sakit akan muncul kembali selama penetrasi, otot-otot vagina mereka menegang, membuat upaya hubungan seksual berikutnya menjadi lebih menyakitkan, mengakibatkan lingkaran setan rasa sakit dan ketakutan yang semakin parah,” katanya.

Dan apa yang menyebabkan ketakutan ini?

Akar penyebabnya mungkin berbeda antar individu, kata Dr Huang.

“Seringkali, pengalaman seksual subjektif individu, pikiran, emosi, dan perilaku berperan dalam berkontribusi pada kesulitannya.”

Baca juga: Mungkinkah Melakukan Hubungan Seksual saat Vaginismus? Simak Jawaban dr. Binsar Martin Sinaga FIAS

Baca juga: Sifilis Menyebar Lewat Hubungan Seksual, Bisa Menjalar ke Otak jika Tak Segera Ditangani

Ilustrasi hubungan seksual
Ilustrasi hubungan seksual (lifestyle.kompas.com)

Bagi beberapa wanita, kecemasan berasal dari pelecehan emosional atau seksual di masa lalu, atau trauma fisik seperti pengalaman melahirkan yang buruk, kata Dr Loi.

“Sangat sering, bagaimanapun, tidak ada penjelasan,” katanya.

Meskipun demikian, seluruh pengalaman itu “sangat menyedihkan”, kata Dr Huang, menambahkan bahwa dalam kasus yang parah, hal itu dapat menyebabkan perceraian.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved