Breaking News:

dr. Leni: Jarak Kehamilan Pertama dan Berikutnya yang Terlalu Jauh Termasuk Penyebab Down Syndrome

Down syndrome terjadi saat masih didalam kandungan.Down syndrome adalah suatu kumpulan gejala yang menyebabkan keterbelakangan mental dan psikis.

pixabay.com
ilustrasi seornag ibu yang baru saja melahirkan 

TRIBUNHEALTH.COM - Down syndrome adalah suatu kumpulan gejala yang menyebabkan keterbelakangan mental dan psikis yang diakibatkan oleh kelainan kromosom yang terjadi saat masih janin didalam kandungan.

Kelainan genetik atau kelainan kromosom saat didalam kandungan disebut dengan trisomi 21.

Normalnya tubuh manusia memiliki 46 kromosom.

Tetapi pada anak-anak yang menderita down syndrome, mereka memiliki 47 kromosom.

Dimana pada kromosom yang ke 21, yang harusnya pada saat pembentukan janin terpisah tetapi terjadi berlebihan.

ilustrasi seornag ibu yang baru saja melahirkan
ilustrasi seornag ibu yang baru saja melahirkan (pixabay.com)

Baca juga: drg. Citra Paramita Mengatakan Gusi Bengkak Kronis Menjadi Penyebab Abses Secara Berulang

Terdapat tiga kromosom yang berlebihan sehingga disebut dengan trisomi 21.

Faktor predis posisi penyebab tersering terjadinya down syndrome yakni karena kelaninan genetik atau kromosom.

Penyebab down syndrome paling besar ialah:

- Melahirkan pada usia diatas 35 tahun atau 40 tahun.

Pada usia ini memiliki faktor terbesar melahirkan anak-anak down syndrome.

- Mempunyai riwayat persalinan sebelumnya dengan anak down syndrome.

- Jarak kehamilan antara yang pertma dan berikutnya terlalu jauh, sehingga sang ibu terlalu berusia tua untuk mengandung.

Baca juga: dr. Felix Adrian Sebut Jika Penyakit Stroke Bisa Terjadi Mendadak, Ini Upaya untuk Mencegahnya

- Saat masa kehamilan, sang ibu kekurangan asam folat, dan bisa juga ibu yang terpapar radiasi yang terlalu besar atau faktor bahan kimia pada sejak kehamilan.

Misalnya pada ibu perokok cenderung mempunyai kromosom lebih pendek, sehingga mempunyai kecenderungan memiliki anak dengan kelainan genetik.

Anak yang lahir dengan down syndrome, biasanya pada orangtua memiliki faktor pembawa yang dinamakan carrier dan menyebabkan kelainan pada kromosom anak.

Jika ayah membawa zat kelainan atau carrier tersebut, maka angka kejadian sekitar 5% terjadi down syndrome.

Tetapi jika ibu yang membawa zat carrier, kemugkinan anak akan terkena down syndrome sekitar 10-15%.

Baca juga: Ketahui Faktor Risiko Penyebab Stroke, dr. Felix Adrian: Bisa Dimodifikasi dan Tak Bisa Dimodifikasi

Jadi, ibu adalah penentu terbesar pembawa adanya kelainan down syndrome pada anak.

Saat mengandung diharuskan rajin kontrol ke dokter, dikarenakan untuk mengetahui apa yang terjadi pada janin dalam kandungan.

Selain itu terpenuhilah faktor-faktor mikronutrien yang dibutuhkan untuk perkembangan sejak dari janin, untuk perkembangan otak ataupun sel-sel yang lainnya.

Diketahui asam folat sangat berperan sekali dalam pembentukan kromosom.

Sehingga apabila kekurangan asam folat bisa menyebabkan kemungkinan terjadinya down syndrome.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung News Video, bersama dengan dr. Leni Ervina, Sp. A(K). Rabu (3/3/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved