Breaking News:

Tips Pakar Urologi Cegah Terjadinya Infeksi Saluran Kemih, Jangan Biasakan Tahan Buang Air Kecil

Dr. Jamin Brahmbhatt memaparkan sejumlah hal untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih

Pixabay
Ilustrasi uji urine untuk infeksi saluran kemih 

TRIBUNHEALTH.COM - Infeksi saluran kemih merupakan penyakit yang bisa menyerang pria, kendati memang lebih banyak pada perempuan.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih.

Hal itu disampaikan oleh Dr. Jamin Brahmbhatt, ahli urologi dan ahli bedah robotik di Orlando Health dan presiden Florida Urological Society, dalam sebuah tulisan di CNN.

Dilansir TribunHealth.com, dia mengatakan pencegahan terbaik adalah memastikan tak ada kondisi medis yang perlu dikoreksi.

Dia mencontohkan pembesaran prostat, batu ginjal, juga penyumbatan.

Selain itu, kebersihan yang tepat dapat membantu mencegah infeksi.

Baca juga: dr. Mustopa: Kencing Manis Jika Sudah Komplikasi ke Jantung dan Otak Akan Menyebabkan Stroke

Baca juga: Tangan dan Kaki Sering Terasa Kesemutan, Pandangan Mata Kabur Menandakan Terkena Kencing Manis

ilustrasi infeksi saluran kemih
ilustrasi infeksi saluran kemih (bangka.tribunnews.com)

"Pria dengan penis yang tidak disunat harus memastikan bahwa mereka dapat menarik kembali kulup dan membersihkan bagian bawah kulup dan kepala penis dengan benar," katanya.

Selain itu, pastikan tetap terhidrasi pada siang hari.

Hal ini terbukti cukup bermanfaat dalam mencegah infeksi saluran kemih.

"Memastikan Anda tidak menahan air seni juga dapat membantu."

"Tetap sehat untuk menghindari kondisi medis kronis seperti diabetes dan penyakit jantung juga akan melindungi dari infeksi."

Gejala

Ilustrasi analisis urine
Ilustrasi analisis urine (manado.tribunnews.com)

Baca juga: Urine Berbuih, Apakah Pertanda Ginjal Bermasalah Dok?

Baca juga: Terkait Urine Berbau Menyengat, NHS: Mungkin Normal tapi Bisa Indikasikan Penyakit Serius

Diberitakan sebelumnya, dia juga memaparkan gejala infeksi saluran kemih.

Beberapa gejala yang disebutkan Dr. Jamin Brahmbhatt antara lain, rasa terbakar saat buang air kecil (disuria), peningkatan frekuensi kencing, urgensi, hingga inkontinensia, sebagaimana dilansir TribunHealth.com dari CNN, Sabtu (16/10/2021).

Bau busuk, darah dalam urin, demam, menggigil, hingga nyeri di perut dekat kandung kemih pun bisa menjadi gejala.

ISK didiagnosis dengan melakukan uji sampel urine.

Ilustrasi penyakit infeksi saluran kemih
Ilustrasi penyakit infeksi saluran kemih (Pexels)

Baca juga: Studi Terbaru Sebut Penggunaan Toilet Umum Minim Risiko Penularan Covid-19

Baca juga: Dok, Apakah Benar Menggunakan Toilet Umum Bisa Sebabkan Infeksi Saluran Kemih?

Sampel akan diproses dan dievaluasi untuk berbagai jenis bakteri.

"Bakteri yang paling umum diidentifikasi pada infeksi saluran kemih adalah E.coli," katanya.

"Setelah kultur selesai, hasilnya dapat memandu pengobatan, yang biasanya antibiotik oral."

"Ada tes yang disebut analisis urin yang dapat dilakukan dengan cepat di kantor kami yang dapat menunjukkan adanya infeksi."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved