Breaking News:

Tak Menunjukkan Gejala dan Perkembangan, Kanker Menjadi Penyakit Beresiko Kematian

Kanker termasuk penyakit yang menyebabkan kematian. Kanker sama sekali tidak menunjukkan gejala apapun diawal dan dideteksi setelah stadium lanjut.

pixabay.com
ilustrasi seseorang yang menderita kanker 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, karena umumnya penyakit ini tidak menunjukkan gejala pada awal perkembangannya.

Sehingga baru bisa dideteksi dan bahkan bisa bitangani pengobatannya setelah stadium lanjut.

Kanker adalah sel yang tumbuh dan pada awalnya tidak dirasakan oleh pasien.

Setelah memasuki stadium akhir atau stadium lanjut, muncullah rasa neri, pembesaran sel kanker sudah mendesakorgan-organ yang lain.

Saat itu barulah diketahui bahwa pasien mengalami kanker.

ilustrasi seseorang yang menderita kanker
ilustrasi seseorang yang menderita kanker (pixabay.com)

Baca juga: Tumbuhnya Gigi Bungsu yang Tidak Ideal Bisa Disebabkan oleh Faktor Pertumbuhan

Ketika kanker diketahui setelah memasuki stadium akhir, maka deteksi dan pengobatan tergolong telat.

Sehingga pengobatan dilakukan ketika sudah memasuki stadium lanjut dan lebih sulit ditangani dibandingkan dengan stadium awal.

Pada dasarnya, kanker merupakan pertumbuhan sel yang abnormal dan terjadi terus menerus.

Adanya perubahan sel kanker awalnya bermula didalam darah.

Proses ini sudah terjadi sangat lama dan dalam jangka 1 bulan atau 1 tahun tidak bisa terkena penyakit kanker.

Baca juga: Mengapa Pasangan Usia Muda Lebih Sering Melakukan Kekerasan pada Anak? Berikut Pandangan Psikolog

Karena kanker tidak memiliki rasa nyeri, akan semakin banyak kanker yang muncul dan saat adanya infeksi maka akan terasa nyeri.

Penyebaran kanker sangat cepat dikarenakan tanda awal tidak terdeteksi.

Sel kanker berada didalam darah, dan didalam sel tersebut terdapat frekuensi, bentuk sel yang sama ataupun adanya kerusakan.

Misalkan pada payudara, maka akan muncul benjolan pada payudara.

Jika kerusakan terjadi pada otak, maka akan muncul tumor atau benjolan
pada otak.

Benjolan akan muncul tergantung dengan letak kerusakan sel.

Baca juga: Perubahan Emosi dan Fisik Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Remaja, Ini Penjelasan Dokter

Secara analogis, kankaer akan membuat rumah inang ditempat kerusakan sel.

Setelah kanker cukup ditempat kerusakan sel, dan berawal didalam darah maka sel kanker akan berpindah mendekati lokasi kerusakan sel.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV dalam acara Bincang Kita, bersama dengan dr. Haidar Zain dan dr. G Iranita Dyantika R. Dokter Klinik Utama & Laboratorium CMI. Rabu (14/7/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved