Breaking News:

Obat Molnupiravir Diperikirakan Efektif Atasi Covid-19, Satgas Ungkap Harus Lulus Persyaratan BPOM

Berikut ini simak informasi mengenai penggunaan obat Molnupiravir yang diperkirakan efektif atasi Covid-19

kompas.com
Ilustrasi obat-simak informasi mengenai penggunaan obat Molnupiravir yang diperkirakan efektif atasi Covid-19. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandemi Covid-19 hingga kini tak segera kunjung berakhir.

Meski Indonesia sudah mengalami penurunan kasus yang cukup signifikan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya, namun pemerintah terus melakukan berbagai cara untuk menekan laju pertambahan kasus.

Salah satunya dengan memberikan penanganan melalui obat yang dianggap efektif mengatasi Covid-19.

Baca juga: Dr. Mursyid Bustami,Sp.S, KIC Sebut Efek yang Terjadi Pada Beberapa Orang setelah Vaksinasi COVID-19

Beberapa waktu belakangan, obat Molnupiravir sempat ramai diperbincangkan.

Obat ini merupakan salah satu antivirus yang semula dikembangkan untuk penyakit influenza.

Namun di kemudian hari diperkirakan efektif dalam penanganan Covid-19.

ilustrasi obat penyitas covid-19
Iilustrasi obat penyitas covid-19 (kompas.com)

Cara kerja obat ini dengan memicu kesalahan pada proses perbanyakan virus dalam tubuh.

Saat ini, Molnupiravir dalam proses pengajuan izin kepada Food and Drugs (FDA) selaku Badan Pengawas Obat di Amerika Serikat.

Baca juga: Satgas Imbau Masyarakat Mewaspadai Lonjakan Ketiga Covid-19 Pasca Mobilitas Penduduk yang Meningkat

Meski begitu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa obat tersebut sebelum digunakan oleh masyarakat harus lulus persyaratan dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

"Sama halnya, sebelum dapat digunakan di Indonesia tentu saja obat Molnupiravir terlebih dahulu harus menjalani tahapan yang dipersyaratkan oleh BPOM."

"Mulai dari proses tahapan penemuan dan pengembangan hingga pengawasan keamanan konsumsi obat di masyarakat," jelas Wiku dilansir Tribunhealth.com dari situs resmi Covid19.go.id.

Ilustrasi obat
Ilustrasi obat (Tribunnews.com)

Pasalnya pemberian obat pada setiap pasien Covid-19 akan berbeda.

Hal tersebut menyesuaikan kondisi masing-masing individu termasuk tingkat keparahan gejala yang dirasakan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti anjuran dokter dalam menjalani pengobatan dan tidak disarankan mengkonsumsi obat tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Baca juga: Waspada Alami Penyakit Jantung Pasca Sembuh dari Covid-19

"Informasi ini penting diketahui masyarakat agar dapat memahami perbedaan peruntukkan masing-masing produk tersebut," jelas Wiku.

Wiku Adisasmito
Wiku Adisasmito (Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S)

Lebih lanjut, sembari menunggu kelayakan penggunaan obat yang akan digunakan untuk mengatasi Covid-19 di Indonesia, salah satu produk yang mampu mencegah dan mengurangi dampak infeksi Covid-19 adalah vaksin.

Vaksin bertujuan memicu terbentuknya kekebalan tubuh tanpa menimbulkan penyakit.

Pada umumnya, vaksin dibuat dari virus terkait, baik secara utuh maupun merekayasa bagian-bagiannya.

Vaksin diperuntukkan bagi orang sehat atau orang dengan penyakit tertentu dalam kondisi yang terkendali, sesuai dengan arahan dokter.

Baca juga: dr. Bayu Winarno Ungkap Tes PCR sebagai Syarat Ibu Hamil Sebelum Melahirkan, Simak Ketentuannya

Menurut Wiku, dengan penerapan protokol kesehatan yang baik, mengonsumsi obat terapi yang tepat, serta vaksin dapat saling melengkapi dalam pengendalian kasus Covid-19.

"Usaha pencegahan melalui 3M dan vaksin, serta penanganan Covid-19 dengan obat dan terapi sama pentingnya serta saling melengkapi," ungkap Wiku.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved