Breaking News:

dr. Rani Himayani Sp.M : Pencahayaan Ruang Harus Cukup untuk Mencegah Keluhan pada Mata

Keluhan pada mata bisa disebabkan karena penggunaan handphone, laptop, komputer secara terus menerus. Dikhawatirkan salah satunya dalah timbul minus.

properti.kompas.com
ilustrasi cahaya ruang komputer 

TRIBUNHEALTH.COM - Penggunaan handphone, laptop, komputer secara terus menerus ditakutkan dapat menimbulkan keluhan pada mata.

Dokter memperhatikan lebih dulu bukan karena handphone yang dikhawatirkan salah satunya dalah timbul minus.

Penggunaan handphone dan komputer memiliki jarak yang sudah ditentukan sehingga harus diatur minimal 40cm.

Kemudian pencahayaan ruangan harus cukup dan cahaya dalam handphone atau komputer juga harus cukup.

Cahaya tersebut tidak boleh terlalu terang atau terlalu redup.

Dari persatuan Ikatan Dokter Indonesia, udah ada aturan perihal jarak didepan elektronik digital.

ilustrasi cahaya ruang komputer
ilustrasi cahaya ruang komputer (properti.kompas.com)

Baca juga: dr. Danardi Beberkan Tanda-tanda Depresi yang Diakibatkan karena Pandemi

Penggunaan smartphone yang terlalu sering akan menimbulkan keluhan mata lelah.

Keluhan yang akan muncul adalah mata lelah, kumpulan atau sindrom dari penggunaan komputer dan smartphone, istilahnya ialah Computer vision syndrome.

Computer vision syndrome itulah yang akan dipantau oleh dokter.

Untuk penanganan dari computer vision syndrome ialah:

- Aturan 20 menit penggunaan smartphone atau komputer

- 20 detik mengistirahatkan mata untuk melihat jarak jauh sebanyak 20 kaki atau 6 meter

Dikarenakan sering menatap layar, sebaiknya sering berkedip agar tidak timbul sindrom atau mata lelah dan mata kering.

Baca juga: dr. Andhika Memberikan Saran Olahraga yang Harus Dilakukan oleh Seseorang Ketika Isoman

Ada fenomena penggunaan smartphone yang memancarkan sinar biru.

Pada smartphone radiasi yang digunakan ialah elektro magentik.

Sebenarnya paparan radiasi dari smartphone tergolong kecil sekali.

Dikatakan bahwa antiradiasi berfungsi untuk menahan atau memantulkan sinar biru agar tidak tertangkap oleh mata.

Namun saat ini, hal tersebut masih kontroversi dikarenakan paparan sinar radiasi yang sangat kecil.

Tujuan dari kacamata antiradiasi sebenarnya memantulkan sinar biru agar tidak silau.

Sampai saat ini dari bagian dokter mata maupun dari asosiasi perhimpunan dokter spesialis mata tidak meyarankan penggunaan antiradiasi untuk mengobati atau mencegah.

Baca juga: dr. Edward Menjelaskan Jangka Waktu Vaksinasi Setelah Terpapar Covid-19

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved