Breaking News:

Tak Semua Bracket Dianjurkan Kontrol Gigi Sebulan Sekali, drg. Anastasia Sebut Self Ligating Bracket

Berikut ini simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengenai jenis pemasangan bracket pada gigi

jakarta.tribunnews.com
ilustrasi pemeriksaan gigi-simak penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengenai jenis pemasangan bracket pada gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Bracket merupakan bagian dari kawat gigi.

Alat ini berbentuk kotak kecil yang menempel ke permukaan gigi bagian depan maupun belakang.

Biasanya dalam pemasangan bracket, dokter gigi akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan selama satu bulan sekali.

Namun rupanya, tak semua jenis bracket dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan dengan frekuensi yang sama.

Baca juga: Mengenal Fungsi Retainer dan Jenisnya dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Bracket tersebut ialah jenis self ligating bracket .

drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati mengungkapkan, jenis bracket ini dapat dilakukan pemeriksaan cukup 2 hingga 3 bulan sekali.

"Ada jenis bracket yang kontrol giginya tidak sebulan sekali tetapi bisa 2 hingga 3 bulan sekali."

"Yaitu self ligating bracket system," ujarnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribunnews.

ilustrasi penanganan dokter gigi
ilustrasi penanganan dokter gigi (Kompas.com)

Anastasia menuturkan, jenis braket seperti ini tidak perlu melakukan kontrol dengan dokter gigi sebulan sekali, lantaran tidak ada pergantian karet.

"Jadi alatnya sudah menutup sendiri (dokter yang menutup tentu saja)."

"Dan pasien tinggal tunggu kontrol kurang lebih 2 hingga 3 bulan sekali," ucapnya.

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati: Invasilign Belum Tentu Memberikan Hasil Lebih Cepat

Sehingga bisa disimpulkan bahwa dengan pengunaan jenis self ligating bracket system, membuat pasien menjadi berkurang intenstitas berkonsultasi dengan dokter gigi secara langsung.

Serupa dengan Invasilign

Lebih lanjut, intensitas berkonsultasi secara langsung dengan dokter gigi juga sama berkurangnya bila seorang pasien melakukan pemasangan Invasilign.

Pasalnya seseorang yang melakukan pemasangan Invasilign tidak perlu mendapatkan pemeriksaan dari dokter secara rutin sebulan sekali untuk membuka dan merapikan, layaknya seperti pemasangan behel gigi.

Ilustrasi pemasangan behel gigi
Ilustrasi pemasangan behel gigi (Pexels.com)

Invisalign merupakan salah satu alat ortodonti.

Alat ini berbentuk transparan dan tidak menggunakan kawat.

Disebutkan, alat ini sedang cukup berkembang di Indonesia.

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Sebut Kondisi Gigi yang Paling Efektif bila Melakukan Pemasangan Invasilign

Penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati ini dikutip dari tayangan YouTube Tribunnews, Jumat (17/9/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved