Breaking News:

Migrain Bisa Turunkan Durasi Tidur REM, Penelitian Ungkap Dampaknya pada Kualitas Tidur

Kurangnya tidur REM bisa memiliki implikasi pada kondisi kesehatan, kulit sakit saat sentuh

tribunnews.com
ilustrasi sakit kepala migrain 

TRIBUNHEALTH.COM - Migrain adalah sakit kepala yang biasanya hanya dirasakan pada satu sisi kepala saja.

Sakit migrain bisa sangat megganggu.

Migrain bahkan bisa memperburuk kualitas tidur orang yang mengalaminya.

Hal ini diungkap dalam penelitian terbaru, yang diterbitkan di Jurnal Neurology, jurnal medis American Academy of Neurology, Rabu (22/9/2021).

Dalam penelitian, orang yang mengalami migrain memiliki tidur REM yang lebih sedikit dibanding orang normal, dilansir TribunHealth.com dari CNN.

Penelitian ini bermula dari pertanyaan para ahli, apakah migrain menyebabkan kualitas tidur yang buruk, atau jika tidur di bawah standar menyebabkan migrain.

ilustrasi sakit kepala
ilustrasi sakit kepala (tribunnews.com)

Baca juga: Mengapa Sakit Gigi Berhubungan dengan Sakit Kepala Dok?

Baca juga: Mengapa Tensi Tinggi Sebabkan Sakit Kepala Luar Biasa Dok?

"Kami ingin menganalisis penelitian terbaru untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana migrain mempengaruhi pola tidur orang dan tingkat keparahan sakit kepala mereka," kata salah satu penulis studi Dr Jan Hoffman, dosen senior klinis di neurologi di King's College London.

"Dengan begitu, dokter dapat lebih mendukung orang dengan migrain dan memberikan perawatan tidur yang lebih efektif," tambah Hoffman, anggota American Academy of Neurology.

Dia dan tim melakukan meta analisis terhadap 10.000 orang dewasa dan anak yang pernah berpartisipasi dari 32 penelitian sebelumnya.

Mereka menemukan hasil, orang dewasa dan anak-anak yang mengalami migrain memiliki tidur REM yang lebih singkat.

Baca juga: Simak Penjelasan Tentang Perbedaan Pusing dan Sakit Kepala

Baca juga: Apakah Ada Tips untuk Mencegah dan Meredakan Sakit Kepala Dok?

ilustrasi sakit kepala
ilustrasi sakit kepala (Kompas.com)

Penulis kemudian menyorot penelitian sebelumnya, yang melaporkan penurunan tidur REM pada malam sebelum terjadi serangan migrain.

Peneltiian menyebut salah satu gejala migrain yang memburuk setelah kurang tidur REM adalah allodynia kulit.

Pada kondisi ini seseorang merasakan sakit setelah kulitnya disentuh dengan cara yang biasanya tidak menimbulkan rasa sakit.

Ini menunjukkan kemungkinan disfungsi dalam proses tidur REM yang dapat menyebabkan migrain.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved