Breaking News:

dr. Tan Shot Yen Jelaskan Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Minyak dalam Sehari

Jika ketiga bahan ini dikonsumsi berlebih, akan ada dampak negatif pada kesehatan tubuh

Pixabay.com
Ilustrasi garam 

TRIBUNHEALTH.COM - Meski pada dasarnya baik, makanan apa pun tak baik jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

Hal yang sama juga berlaku untuk konsumsi gula, garam, dan lemak.

Dokter, Filsuf, dan Ahli Gizi Komunitas, dr. Tan Shot Yen menjelaskan mengenai batasan mengonsumsi tiga bahan tersebut.

Hal itu dia jelaskan ketika menjadi narasumber dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews.

"Indonesia sebenarnya sudah memiliki batasan. Kita memiliki istilah 4-1-5. Apa itu?"

Artinya, konsumsi gula tak boleh lebih dari 4 sendok makan dalam sehari.

Baca juga: Tips NHS Kurangi Gula yang Dikonsumsi Anak, Bisa Picu Kerusakan Gigi jika Terlalu Berlebihan

Baca juga: dr. Syahidatul Wafa Sebut Tingginya Gula Darah Dapat Memperburuk Kondisi Klinis Pasien COVID-19

ilustrasi gula dan garam
ilustrasi gula dan garam (lampung.tribunnews.com)

Kemudian konsumsi garam tak boleh melebihi 1 sendok teh per hari.

Terakhir, angka 5 berarti tak boleh mengonsumsi lebih dari 5 sendok makan minyak dalam sehari.

"Dan kalau anda menggunakan minyak, tak boleh lebih dari lima sendok makan," jelasnya, dikutip TribunHealth.com.

Untuk kasus minyak, kerap kali dikonsumsi tanpa disadari.

Pasalnya hal ini termasuk minyak yang terkandung dalam makanan.

"Jangan bayangkan 'masa sih saya makan 5 sendok minyak?' oh jangan salah," kata dr Tan.

"Itu mungkin banget, karena kita tidak makan dalam bentuk minyak goreng. Yang kita makan itu termasuk kacang, wijen, wajik, martabak."

"Kita punya tempe goreng. Tempenya sendiri sudah mengandung lemak, apa lagi digoreng."

Hal yang sama juga berlaku untuk bahan lain.

Baca juga: dr. Robert Sinto Mengulas tentang Penggunaan Obat: Harus secara Rasional

Baca juga: Sedikit Memberikan Garam dan Gula pada Anak, Bukan Berarti Tidak Sama Sekali

Ilustrasi gula
Ilustrasi gula (Pixabay.com)

Gula yang dimaksud di sini bukan hanya dari gula pasir, melainkan termasuk buah, dan lain-lain.

"Kalau anda pecinta produk kemasan, hati-hati dengan kata-kata 'sugar free' tapi kalau dicicipin rasanya manis."

"Nah rupanya dia menggunakan gula tersembunyi. Ini yang ngeri nih."

Gula tersembunyi itu adalah yang dikenal sebagai pemanis buatan.

"Lagi, kaya dikasih madu. Madu juga gula," lanjutnya.

"Itu ada di semua makanan kemasan kita, kalau bicara soal gula."

"Kalau garam, jarang banget orang kelebihan garam kalau anda makan makanan dari laut sehari-hari," pungkasnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved