Breaking News:

dr. Syahidatul Wafa Sebut Tingginya Gula Darah Dapat Memperburuk Kondisi Klinis Pasien COVID-19

Menurut dr. Syahidatul Wafa diabetes termasuk ke dalam 5 besar komorbid yang sering terdapat pada pasien COVID-19.

Freepik.com
Ilustrasi cek pengukuran gula darah pada penderita diabetes, menurut dr. Syahidatul Wafa pasien diabetes memiliki gangguan daya tahan tubuh 

TRIBUNHEALTH.COM - Diabetes menjadi penyakit komorbid yang rentan memperburuk kondisi seseorang jika terpapar COVID-19.

Angka COVID-19 saat ini masih menjadi kategori yang tinggi.

Kita harus meningkatkan kewaspadaan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Dilansir oleh Tribunhealth.com halbini dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Syahidatul Wafa dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 07 September 2021.

Baca juga: Dr. drg. Munawir H. Usman, M.AP Jelaskan Proses Terjadinya Gigi Keropos, Simak Ulasannya

Diabetes dapat berawal dari pola makan yang tidak diperhatikan.

Ilustrasi diabetes, menurut dr. Syahidatul Wafa
Ilustrasi diabetes, menurut dr. Syahidatul Wafa diabetes dapat berawal dari pola makan yang tidak diperhatikan (Pexels.com)

Kadar gula yang diperoleh dari makanan akan masuk ke dalam tubuh hingga tidak terkontrol.

Kebiasaan inilah yang dapat memicu terjadinya diabetes pada sebagian besar orang.

Menurut dokter, diabetes termasuk kedalam 5 besar komorbid yang sering terdapat pada pasien COVID-19.

Yakni menduduki antara urutan kedua atau ketiga.

Dimana 5 besar terdiri dari hipertensi, diabetes, obesitas, gagal ginjal, dan penyakit saluran pernapasan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan penderita diabetes jika terpapar COVID-19 mengakibatkan gejala yang lebih berat.

Baca juga: dr. Caryn Miranda Saptari Jelaskan Daya Tahan Treatment Filler, Tergantung Jenis Kekentalan Bahan

Risiko fatal kearah kematian juga lebih tinggi.

Pertama yang perlu dipahami, bahwa pasien diabetes memiliki gangguan daya tahan tubuh atau gangguan imunitas.

Hal ini terjadi seiring dengan kondisi diabetesnya.

Diabetes termasuk kondisi peradangan yang kronik.

Ilustrasi diabetes, menurut dr. Syahidatul Wafa
Ilustrasi diabetes, menurut dr. Syahidatul Wafa diabetes termasuk kondisi peradangan yang kronik(kompas.com)

Di dalam tubuh aktivitas peradangannya tinggi.

Gula darah yang tinggi dapat memperburuk kondisi klinis pasien yang terpapar COVID-19.

Baca juga: Benarkah Terlalu Sering Konsumsi Obat Menyebabkan Gigi Menjadi Kuning? Simak Kata drg. Ummi Kalsum

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Syahidatul Wafa dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 07 September 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved