Breaking News:

Pakar Punya Pandangan Baru Mengenai Bruxism, Sebut Tetap Punya Efek yang Positif

Pakar menyebut kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur bmasih tergolong normal pada tahap tertentu

freepik.com
ilustrasi dokter yang sedang melakukan pemeriksaan gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur dianggap memiliki sejumlah efek buruk bagi kesehatan gigi.

Kebiasaan ini dikenal sebagai bruxism dalam dunia medis.

Namun pendapat berbeda diungkapkan seorang profesor dan ketua Academic Center for Dentistry Amsterdam, Frank Lobbezoo.

Dalam pemberitaan Channel News Asia (CNA) Frank tak sera merta menampik efek buruk bruxism.

Namun, dia menyebut bruxism bukan sesuatu yang abnormal.

"Bukan sesuatu yang abnormal untuk menggertakkan (gigi), katanya, dikutip TribunHealth.com dari CNA.

Baca juga: Viral Siswi SMK Meninggal Dunia Diduga Akibat Infeksi Kawat Gigi, Ini Tanggapan drg. Anastasia

Baca juga: Restorasi dan Tambal Gigi Merupakan Solusi untuk Mengatasi Permasalahan Gigi Berlubang

ilustrasi pengeroposan gigi akibat bruxism
ilustrasi pengeroposan gigi akibat bruxism (freepik.com)

CNA menyebut, beberapa ahli id bidang kedokteran gigi, ilmu saraf, psikologi, dan ortopedi, mengatakan perlu ada perubahan paradigma dalam pemahaman kita tentang penyebab dan pengobatan bruxism.

Mereka mengatakan itu adalah perilaku, seperti menguap, bersendawa atau bersin, bukan gangguan.

Studi menyebut, mayoritas orang setidaknya engalami ledakan otot rahang tiga kali atau lebih pada malam hari.

Bahkan, bukti tersebut menyebut hal ini punya efek positif.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved