Breaking News:

Jenis-jenis Maloklusi Gigi, Bisa Sebabkan Masalah Lain jika Tak Ditangani

Posisi atau konstruksi gigi yang tidak pas bisa memicu masalah baru bagi kesehatan

grid.id
ilustrasi bentuk gigi normal yang tak mengalami maloklusi 

TRIBUNHEALTH.COM - Masalah pada gigi bisa disebabkan akibat posisi atau konstruksi gigi dan rahang yang tidak tepat.

Dalam dunia medis, hal ini dikenal sebagai maloklusi.

Satu di antara dampak negatif maloklusi adalah gigi terkelupas dan retak.

“Bila gigi atas dan gigi bawah tidak cocok satu sama lain, itu akan berdampak negatif pada bagian gigi tertentu. Seiring waktu, gigi ini akan mulai melemah, terkadang membuatnya lebih rentan terhadap terkikis,” kata Dr Yvonne Tan, ahli bedah gigi dan staf senior di SingHealth Polyclinics kepada CNA.

Sekitar 2 hingga 3 persen pasien di Poliklinik Singhealth dirawat karena maloklusi.

Ini persentase yang kecil, tetapi Dr Tan mencatat bahwa ini bisa jadi karena kurangnya kesadaran mengenai masalah ini.

Baca juga: Bisakah Mengatasi Keluhan Gigi Sensitif dengan Makan Pedas? Ini Kata drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

Baca juga: Apakah Aman Timbul Rasa Sakit Cenut-cenut pada Gigi yang Diimplan? Ini Kata drg. Andi Tajrin Sp.BM

ilustrasi gigi retak
ilustrasi gigi retak (freepik.com)

Penyebab maloklusi bermacam-macam.

Mereka bisa jadi karena kebiasaan seperti bottle feeding, bernapas melalui mulut, mengisap jempol, menjulurkan lidah, atau mengisap bibir.

Ketidaksejajaran posisi gigi juga bisa terkait genetik, seperti mewarisi gigi besar dan rahang kecil dari salah satu orang tua.

Secara umum, berbagai jenis maloklusi bisa sebagai berikut, kata Dr Tan:

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved