Breaking News:

Meski Sudah Mulai Sekolah Tatap Muka, Pakar Ingatkan Kini Anak-anak Lebih Berisiko Tertular Covid-19

Pasalnya anak-anak menjadi kelompok yang tak menerima vaksin, sementara paparan virus semakin besar

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet. 

TRIBUNHEALTH.COM - Perlahan aktivitas masyarakat mulai berjalan normal di tengah pandemi.

Anak-anak mulai kembali melakukan sekolah tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan.

Namun, Dokter Spesialis Penyakit Infeksi Pediatrik, Dr. Aaron Milstone, menyebut kondisi belum sepenuhnya aman.

"Semua orang terus mengingat kembali tahun lalu dan berkata: 'Oh, kami berhasil melewatinya dengan sekolah tahun lalu, jadi kami akan melewatinya tahun ini', tetapi tahun ini sangat berbeda," katanya, dikutip TribunHeath.com dari CNN, Jumat (3/9/2021).

Menurutnya, anak-anak menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk tertular.

Baca juga: dr. Adityo Susilo Paparkan Penyebab Terjadinya Long-Haul COVID-19, Begini Penjelasannya

Baca juga: Di Beberapa Negara Muncul Varian Baru Virus Corona saat Lonjakan Kasus Covid-19

ILUSTRASI Isolasi Mandiri Anak -- FOTO: Kader PKK, Lia Nur Jauharatul Mardiah (42) mengenakan APD baju hazmat melambaikan tangan kepada anak kecil dari balik kaca jendela saat membawa makanan untuk dibagikan kepada warga yang terpapar Covid-19 di Gang Cisitu Lama 1, RW 11, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). Langkah proaktif yang dilakukan pengurus dan kader PKK RW 11 membagikan makanan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri ini sebagai kebersamaan saling membantu dalam menangkal penyebaran Covid-19. Selain itu, warga juga membatasi akses jalan gang dan mendirikan posko Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
ILUSTRASI Isolasi Mandiri Anak -- FOTO: Kader PKK, Lia Nur Jauharatul Mardiah (42) mengenakan APD baju hazmat melambaikan tangan kepada anak kecil dari balik kaca jendela saat membawa makanan untuk dibagikan kepada warga yang terpapar Covid-19 di Gang Cisitu Lama 1, RW 11, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (22/2/2021). Langkah proaktif yang dilakukan pengurus dan kader PKK RW 11 membagikan makanan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri ini sebagai kebersamaan saling membantu dalam menangkal penyebaran Covid-19. Selain itu, warga juga membatasi akses jalan gang dan mendirikan posko Covid-19 selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Terlebih lagi, orang dewasa mulai berkegiatan di kerumunan tanpa protokol kesehatan yang seketat dulu.

Belum lagi soal hadirnya varian delta yang kini telah menyebar.

"Banyak orang tidak menyekolahkan anak-anak mereka tahun lalu," kata Milstone.

"Tahun ini ada lebih banyak aktivitas dan lebih banyak orang berkumpul, dan banyak dari mereka yang tidak divaksinasi dan rentan terhadap virus yang menyebar dengan cepat melalui populasi itu."

Masker dan ventilasi ruang kelas yang lebih baik dapat membantu melindungi anak-anak, tetapi untuk mengurangi risiko lebih lanjut, orang dewasa harus meningkatkannya, kata para ahli.

Baca juga: Ahli Gizi Sebutkan Perbedaan Asupan Nutrisi pada Pasien Positif Covid-19 yang Bergejala dan Tidak

Baca juga: Ahi Gizi R. Radyan Yaminar, S.Gz. Jelaskan Asupan Gizi yang tepat pada Pasien Covid-19

ILUSTRASI Isolasi Mandiri - Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat jalani isolasi mandiri di rumah menurut Satgas Covid-19.
ILUSTRASI Isolasi Mandiri - Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat jalani isolasi mandiri di rumah menurut Satgas Covid-19. (Pixabay)

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved