Breaking News:

dr. Rony M. Santoso, SpJP(K) Beberkan Kurang Beraktivitas Menyebabkan Penyakit Mudah Muncul

Menurut dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI penyakit jantung kebanyakan melibatkan kegawatdaruratan atau perlu emergency.

bali.tribunnews.com
Ilustrasi seorang lelaki mengalami sakit jantung, dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI sebut pasien yang sudah terkena penyakit jantung, akan menyebabkan penyakitnya mudah sekali muncul 

TRIBUNHEALTH.COM - Untuk menghadapai lonjakan Covid-19, tenaga medis harus beradaptasi dan berubah dengan cepat.

Mungkin di saat awal pandemi masih belum banyak tahu, sehingga harus belajar dengan cepat.

Di Indonesia angka prevalensi jantung masih tinggi.

Kondisi ini meningkat setiap tahunnya.

Dilansir oleh Tribunhealth.com Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI menjelaskannya dalam tayangan YouTube Kompas.com edisi 25 Agustus 2021.

Baca juga: Katarak Bisa Jadi Penyebab Utama Kebutaan, namun Dapat Diobati, Simak Ulasan dr. Hadi Prakoso

Angka kejadian penyakit jantung di Indonesia masih sekitar 15 dari 1.000 orang yang menderita penyakit jantung.

Angka kematian pun juga cukup tinggi.

Ilustrasi jantung, dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI sebut
Ilustrasi jantung, dr. Rony M. Santoso, SpJP(K), FIHA, FESC, FAPSC, FSCAI sebut di Indonesia angka prevalensi jantung masih tinggi(Pixabay)

Dari 4 orang yang meninggal di Indonesia, 1 orang meninggal akibat jantung koroner.

Penyakit jantung kebanyakan melibatkan kegawatdaruratan atau perlu emergency.

Jadi tidak bisa ditunggu lagi dan harus segera ditangani.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved