Breaking News:

Hikmatun Sadiah, A.Md.T.W, M.Pd Bicara Mengenai Terapi Gangguan Gagap, Tantangannya Diri Sendiri

Menurut terapis wicara, gangguan gagap tetap bisa diperbaiki sehingga kemampuan bicara lebih baik

Freepik
Ilustrasi kemampuan berbahasa anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Gagap merupakan kondisi yang tidak bisa dianggap remeh.

Kondisi ini bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Terlebih lagi orang dengan gangguan gagap bisa berpeluang mengalami bullying.

Karenanya, penting untuk melakukan terapi sehingga orang dengan gangguan gagap bisa lebih baik dalam berkomunikasi.

Terkait hal ini memberi penjelasan Hikmatun Sadiah, A.Md.T.W, M.Pd lebih lanjut.

Baca juga: dr. Imelda Pingkan M.,Sp.A Bagikan Tips untuk Mengatasi Anak yang Mulai Susah Makan

Baca juga: Drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Jelaskan Pentingnya Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini pada Anak

ilustrasi interaksi orangtua dengan dengan anak
ilustrasi interaksi orangtua dengan dengan anak (tribunnews.com)

Dia menguraikan mengenai terapi gagap ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV, yang tayang pada Jumat (28/8/2021).

Pertama, terapis akan mengidentifiksi permasalahan yang dialami oleh yang bersangkutan.

Dia akan mendapatkan assesmen mendalam untuk menggali apa yang sebenarnya terjadi.

Proses ini bisa melibatkan diskusi antara terapis dengan orang yang mengalami gangguan gagap.

Baru setelahnya, terapis akan menentukan terapi dan memberikan latihan-latihan.

Baca juga: Kekerasan Menjadikan Anak Sering Berkata Kasar? Berikut Ulasan Adib Setiawan, S.Psi., M.Psi.

Baca juga: Tips NHS Kurangi Gula yang Dikonsumsi Anak, Bisa Picu Kerusakan Gigi jika Terlalu Berlebihan

Ilustrasi interaksi ibu mengajarkan bahasa pada anak
Ilustrasi interaksi ibu mengajarkan bahasa pada anak (batam.tribunnews.com)

Penyintas gagap dan juga Ketua Indonesia Stuttering Comunity, M Dwiki Firmansyah, juga menjadi narasumber dalam program yang sama.

Dia memberikan testimoni atas terapi yang dia lakukan.

Menurutnya, gagap yang ia alami telah jauh berkurang setelah mendapatkan terapi.

"Cukup ada efek sih bu, ada pengaruhnya," katanya dikutip TribunHealth.com.

Hikmatun Sadiah, A.Md.T.W, M.Pd menyebut, hal ini menjadi bukti bahwa gagap bisa ditangani.

Namun dirinya tak menampik, tantangan terbesar untuk mengatasi kondisi ini adalah diri sendiri.

"Karena dia harus sabar, harus pede," tandasnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved