Breaking News:

Kenali Gejala Penyakit Virus Zika, Bisa Sebabkan Mikrosepali pada Bayi jika Menginfeksi Ibu Hamil

Virus zika ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes, berikut ini daftar gejalanya

Pixabay.com
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit virus zika merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus zika, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes.

Infeksi ini tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.

Namun, gejala mungkin lebih serius pada wanita hamil.

National Health Service (NHS) Inggris menyebut ada bukti yang mengungkap virus zika bisa menyebabkan cacat lahir, khususnya mikrosefali.

Kebanyakan orang memiliki gejala minimal atau tanpa gejala. Jika gejala memang terjadi, biasanya ringan dan berlangsung sekitar 2 hingga 7 hari.

Baca juga: Cara Mencegah Infeksi Virus Dengue, Dokter Sebut Fogging Bukan Kunci Utama Basmi Nyamuk Aedes

Baca juga: Pencegahan Infeksi Virus Dengue, Jangan Sampai Ada Nyamuk Hinggap, Begini Penjelasan Dokter

Ilustrasi nyamuk aedes
Ilustrasi nyamuk aedes (Pixabay.com)

Gejala yang sering dilaporkan meliputi:

  • Ruam
  • Gatal di sekujur tubuh
  • Suhu tinggi
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi (dengan kemungkinan pembengkakan, terutama pada sendi kecil tangan dan kaki)
  • Nyeri otot
  • Mata merah (konjungtivitis)
  • Nyeri punggung bawah
  • Sakit di belakang mata

Berbeda dengan nyamuk yang menyebarkan malaria, nyamuk Aedes paling aktif di siang hari, terutama saat pagi hari, kemudian sore hari hingga senja.

ilustrasi nyamuk aedes aegypthi
ilustrasi nyamuk aedes aegypthi (kompas.com)

Baca juga: Bentol Akibat Gigitan Nyamuk, Apakah Tergolong pada Penyakit Kulit Dok?

Baca juga: Sama-sama Disebabkan Gigitan Nyamuk, Demam Berdarah Beda dengan Penyakit Malaria

Ada sejumlah kecil laporan tentang virus Zika yang ditularkan melalui hubungan seksual, meskipun risikonya dianggap rendah.

Hingga kini tak ada pengobatan khusus untuk virus zika.

Untuk meredakan gejala, seseorang bisa banyak minum air putih dan mengonsumsi paracetamol.

Jika kondisi tak kunjung membaik, alangkah baiknya kembali berkonsultasi dengan dokter.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved