Breaking News:

Mengenal Penyakit Meningitis, Peradangan pada Selaput Otak yang bisa Membahayakan Kesehatan

Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada meningen atau selaput otak. Meningen ialah selaput pelindung otak dan saraf tulang bagian belakang.

health.kompas.com
ilustrasi penyakit meningitis 

TRIBUNHEALTH.COM - Meningitis terkadang sulit dikenali karena penyakit ini memiliki gejala awal yang hampir sama dengan flu, yakni seperti demam dan sakit kepala.

Meni adalah selaput pembungkus otak.

Apabila pembungkus otak ini meradang dengan berbagai macam penyebab seperti virus, kuman, bakteri, jamur, parasit maka bisa menyebabkan peradangan.

Meningitis adalah adanya infeksi pada selaput pembungkus otak.

Sehingga peradangan selaput otak menimbulkan gejala-gejala yang luar biasa pada otak.

Meingitis yang disebabkan oleh infeksi virus disebut dengan meningitis virus.

ilustrasi penyakit meningitis
ilustrasi penyakit meningitis (health.kompas.com)

Baca juga: dr. Arini Widodo, Sp.KK Bagikan Tips yang Harus Dilakukan Oleh Seseorang yang Menderita Vitiligo

Secara klasifikasi akan dibagi menjadi jenis cairan yang diproduksi oleh kuman ada 2, yakni meningitis serosa dan meningitis purulenta.

Meningitis serosa adalah meningitis yang diproduksi kuman sehingga menghasilkan cairan berwarna kuning jernih.

Pada meningitis purulenta adalah meningitis yang menghasilkan cairan kuman berwarna hijau atau biasa disebut dengan nanah.

Meningitis purulenta disebut dengan meningitis bakteri.

Berbeda dengan meningitis serosa, yang bisa disebabkan oleh virus, jamur, dan salah satu jenis bakteri yang menghasilkan cairan seperti virus yaitu bakteri TBC.

Meningitis yang disebabkan oleh bakteri TBC, dimasukkan kedalam golongan meningitis serosa, bukan pada meningitis bakteri.

Baca juga: Begini Prosedur Pelayanan Kesehatan Kulit di Masa Pandemi Bersama dr. Dian Pratiwi, Sp. KK

Apabila meningitis disebabkan oleh periode waktu, maka ada meningitis akut, meningitis sub-akut, dan meningitis kronis.

Meningitis akut terjadi secara mendadak, dan konsepnya berkisar 7 hari sampai 2 minggu.

Pada meningitis akut, terjadi selama 2 minggu hingga 1 bulan.

Meningitis yang lebih dari 1 bulan atau jangka waktu yang panjang perjalanan penyakitnya disebut dengan meningitis kronis.

Gejala dari meningitis ada yang ringan sampai dengan berat tergantung dengan jenis kuman, imunitas pasien, dan percepatan dari pengobatan.

Percepatan pengobatan sangat mempengaruhi klinis pasien ke depan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung, bersama dengan dr. Zam Zanariah, Sp.S., M.Kes. Dokter RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Rabu (16/12/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved