Breaking News:

Begini Prosedur Pelayanan Kesehatan Kulit di Masa Pandemi Bersama dr. Dian Pratiwi, Sp. KK

dr. Dian Pratiwi, Sp.KK memaparkan perawatan kulit di masa pandemi ini agak berbeda dengan masa sebelum pandemi.

Pixabay
Ilustrasi dokter melakukan konsultasi dengan pasien melalui telekonsultasi 

TRIBUNHEALTH.COM - Kulit merupakan suatu organ terbesar yang terdapat pada tubuh manusia dengan lapisan terluarnya yang bernama epidermis.

Memiliki kulit yang sehat dan terawat dengan baik adalah idaman dari banyak orang.

Tetapi kenyataan itu banyak terpatahkan karena nyatanya sebagaian orang mengalami penyakit kulit seperti, gatal, kulit kering mengelupas, dan juga kulit berjerawat.

Penyakit kulit yang harus segera ditangani bisa dikategorikan sebagai kegawatdaruratan kulit.

Lalu, bagaimana melakukan perawatan pada penyakit kulit saat pandemi seperti sekarang ini?

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Dian Pratiwi, Sp.KK memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat.

Menurut dr. Dian Pratiwi, Sp.KK melakukan perawatan kulit di masa pandemi ini agak berbeda dengan masa sebelum pandemi.

Baca juga: dr. Ammarilis Murastami, Sp.KK: Kulit Rusak Akibat Penggunaan Steroid Bisa Kembali Normal

Ilustrasi konsultasi dengan dokter
Ilustrasi konsultasi dengan dokter (pixabay.com)

Kunjungan ke dokter kulit dan kelamin dibagi menjadi dua, yaitu kunjungan untuk konsultasi dan kunjungan untuk tindakan.

dr. Dian menjelaskan, di masa pandemi ini untuk konsultasi dengan dokter kulit dan kelamin bisa dijangkau dengan telekonsultasi.

"Artinya saat pandemi konsultasi tidak harus face to face tapi bisa secara virtual," papar dr. Dian.

"Untuk kondisi yang hanya membutuhkan kontrol saja dan tidak ada kondisi baru untuk ditangani secara langsung, maka bisa menggunakan telekonsultasi."

"Namun jika ada keluhan kulit yang sangat aku dan harus segera ditangani oleh dokter, maka bisa berkunjung," lanjut dr. Dian

dr. Dian menyarankan untuk konsultasi secara offline, sebaiknya memilih klinik yang mengedepankan protokol kesehatan secara ketat.

Protokol kesehatan tersebut harus diterapkan dari pihak klinik, baik untuk dokter maupun untuk pasiennya.

Baca juga: dr. Arini Widodo, Sp.KK Sebut Vitiligo Ada Dua Jenis, Segmental dan Non Segmental

Ilustrasi pemeriksaan kanker kulit
Ilustrasi pemeriksaan kanker kulit (Freepik)

Tindakan yang wajib dilakukan di klinik adalah tindakan yang tidak bisa ditunda lagi atau penyakit kulit tersebut sudah tergolong parah.

"Misalnya ada tindakan tumor jinak kulit yang membutuhkan penanganan langsung dan tidak bisa ditunda lagi," terang dr. Dian.

"Tentunya jika melakukan treatment seperti itu, maka akan dipastikan protokol kesehatannya diterapkan secara ketat."

"Baik saat persiapan, tindakan, san setelah melakukan tindakan protokol tetap harus diperhatikan secara ketat," lanjutnya.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Dian Pratiwi, Sp.KK dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat pada 6 April 2021.

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

(Tribunhealth.com/Irma)

Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved