Breaking News:

Tips dr. Sandi Nugraha, Sp.A Rawat Kulit Anak yang Melepuh Terkena Knalpot

Jika luka hanya ringan, dr. Sandi Nugraha, Sp.A sebut perawatan bisa dilakukan mandiri

Pixabay
Ilustrasi anak menangis karena terkena knalpot 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Anak dr. Sandi Nugraha, Sp.A berbicara mengenai kulit anak yang melepuh karena terkena permukaan panas.

Dalam konteks ini, adalah kulit yang terkena knalpot karena penyebab tertentu.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Dia mengatakan, langkah pertama yang perlu diambil adalah menjauhkan sumber panas.

"Kemudian dinginkan bangunkan bagian tubuh yang terkena dengan air mengalir selama 10 menit," katanya, dikutip TribunHealth.com dari Segmen Sehat di Tengah Pandemi, Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Tips dr. Binsar Martin Sinaga Agar Anak Tak Warisi Diabetes dari Orangtua

Baca juga: Jika Tak Bergejala, dr. S.T. Andreas Sebut Covid-19 Tak Akan Berdampak Parah pada Paru-paru Anak

Ilustrasi air mengalir
Ilustrasi air mengalir (Pixabay)

Dalam hal ini tidak boleh menggunakan air es atau menambahkan bahan lain.

Bahan yang dimaksud bisa berupa mentega, kecap, atau pasta gigi.

Pasalnya berbagai bahan tersebut justru bisa memicu iritasi pada kulit.

Akibatnya bisa terjadi kerusakan jaringan lebih lanjut.

"Berikan penilaian singkat lah.. Kalau memang luka tersebut tergolong ringan.."

Biasanya, setelah dialiri air, kulit akan tampak seperti memiliki cairan di permukaannya.

Terkait hal ini, dr. Sandi Nugraha, Sp.A menyarankan untuk melakukan perawatan luar.

Caranya adalah dengan menggunakan NaCL 0,9 persen yang bisa dibeli di apotek.

Baca juga: Benarkah Pasta Gigi Bisa Membantu Penyembuhan Luka Bakar Knalpot, Dok?

Baca juga: Mengenal DNA Skin Booster Laser, Perawatan Kulit Wajah yang Sedang Diperbincangkan

ilustrasi luka bakar knalpot
ilustrasi luka bakar knalpot (tribunnews.com)

Namun dia berpesan agar tidak menambahkan obat pengurang nyeri.

"Seperti paracetamol," contohnya.

Ketika anak mengalami demam, berarti hal itu mengindikasikan telah terjadi infeksi sekunder.

Solusinya adalah membawa anak ke pusat kesehatan terdekat.

Dengan demikian, dia akan mendapat perawatan yang tepat.

Namun jika tidak ada keluhan lain, perawatan luka bakar bisa tetap dilakukan dari rumah.

Orangtua bisa memanfaatkan telemedicine yang makin populer di era pandemi ini.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved