Breaking News:

dr. Lyli Mutiara, MHA, MKT. Menyampaikan Perbedaan Pengobatan Kanker Paru di Masa New Normal

Pandemi membuat semua aktivitas menjadi terhambat. Apalagi berpengaruh besar tehadap bidang kesehatan. Konsultasi dengan dokter beralih via Online.

kompas.com
ilustrasi pengobatan kanker paru 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandemi membuat semua kegiatan atau aktivitas sehari-hari berubah tidak seperti biasanya.

Larangan berkumpul dan keluar rumah jika tidak berkepentingan bertujuan untuk menjaga diri dan keluarga dari resiko tertularnya virus.

Berbeda dengan pasien yang mengidap kanker, mereka harus menjalani pengobatan meskipun pandemi.

Pengidap kanker paru sama dengan kanker yang lain, pertumbuhan sel sangat cepat.

Jika menunda pengobatan, maka yang dari stadium awal bisa menjadi semakin parah hingga stadium lanjut.

Apabila tidak mendapatkan penanganan dengan cepat, maka penanganannya bisa sempurna menjadi tidak sempurna.

Pengobatan yang harusnya lebih cepat menjadi lambat.

ilustrasi pengobatan kanker paru
ilustrasi pengobatan kanker paru (kompas.com)

Baca juga: dr. G. Iranita Dyantika: Fungsi Jantung Tak Baik Akan Memengaruhi Kesembuhan Pasien Kanker Serviks

Oleh karena itu, jika terkena kanker paru ataupun kanker yang lain tidak boleh menunda pengobatan.

Ditengah pandemi ini konsultasi dokter bisa dilakukan dengan konsultasi via online melalui WhatsApp, SMS, telfon dan bisa melalui aplikasi yang dsediakan.

Membuat appoinment yang cepat dan tepat, jadi pasien datang tepat waktu, ditangani tepat waktu dan pulang tepat waktunya.

Sehingga tidak berkerumun dirumah sakit, dan mengurangi kontak fisik dengan penderita yang lain kemungkinan terpapar covid-19 lebih sedikit.

Alur-alur di rumah sakit sudah ditentukan, mulai dari antrian didepan terdapat line jaga jarak, saat memasuki rumah sakit harus cek suhu, wajib cuci tangan, menggunakan handsanitizer.

Selain itu duduk yang diberi jarak sesuai aturan, pasien diupayakan tidak lama dirumah sakit dan segera mendapatkan konsultasi dari dokter.

Baca juga: Dr. drg. Eddy Heriyanto Habar Sp.Ort(K): Pemasangan Behel Sebaiknya dilakukan Spesialis Ortodonti

Yang paling penting pasien bisa konsulatsi dengan dokter melalui video call, atau sehingga tidak perlu datang langsung ke dokter dan obat akan dikirim ke alamat rumah.

Pasien tidak perlu datang ke rumah sakit, sudah mendapat diagnosa yang baik.

Tetapi hal tersebut hanya untuk pasien-pasien tertentu, jika memerlukan rontgent harus datang ke rumah sakit.

Kalau hanya periksa darah, sudah ddisiapkan homecare yang akan mengambil sample darah ke rumah dan memeriksa hasilnya melalui aplikasi.

Untuk diagnosa kanker paru, pertama-tama harus diperiksa keluhannya.

Seperti sering batuk, terasa sesak, jika diagnosa kemudisn dilakukan pemeriksaan dan menunjukkan ciri-ciri fisik yang berbeda diparu-paru maka akan dilakukan CT scan atau thorax foto.

Baca juga: Dokter Sebut Sariawan: Rasa Sakit Akibat Peradangan atau Luka Pada Bibir

Juka dilihat ada masa, maka akan dipasang kontraks dengan menyuntikkan ke tubuh, sehingga akan nampak pembuluh darah yang berlebihan menuju ke benjolan yang ada diparu.

Sehingga bisa didiagnosa bahwa ada kanker paru.

Untuk diagnosa pasti akan dilakukan jika terdapat cairan pada paru-paru.

Ini diambil dari channel YouTube Kompas.com, bersama dengan dr. Lyli Mutiara, MHA, MKT. Sabtu (24/10/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved