Breaking News:

Obat untuk Long Covid Bisa Berbeda dengan Covid-19, Simak Penjelasan dr. Adityo Susilo, Sp.PD

dr. Adityo Susilo, Sp.PD menyebut tubuh sudah tidak menghadapi virus pada saat long covid, maka obatnya berbeda

TRIBUNNEWS/CECEP BURDANSYAH
ILUSTRASI PERAWATAN COVID-19 --- Petugas medis memberikan penanganan epada pasien di RS Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/5/2020). Wisma Atlet Kemayoran telah dialihfungsikan menjadi RS Darurat Covid-19, setelah pandemi Virus Corona mendera Indonesia. 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi, dr. Adityo Susilo, Sp.PD, KPTI, FINASIM berbicara mengenai obat yang digunakan untuk pasien Long-haul Covid-19.

Dia mengatakan obat-obatan yang digunakan tentu berbeda dengan yang dikonsumsi saat masih positif.

Penjelasan tersebut dia paparkan ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV edisi Senin (9/8/2021).

Ketika masih dalam keadaan positif, dokter akan mengggunakan obat yang bisa mengontrol laju virus.

Karena itulah digunakan antivirus.

Peradangan dan berbagai komplikasi yang muncul akan diobati dengan obat yang sesuai.

Baca juga: Kemenkes Izinkan Pemberian Vaksinasi Covid-19 pada Ibu Hamil, Ini Aturan Lengkapnya

Baca juga: dr. Huthia Andriyana, Sp. OG Paparkan Kondisi Kesehatan Janin pada Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19

ILUSTRASI Covid-19 -- FOTO: Pendonor plasma konvalesen menunggu hasil cek darah milik pasien sembuh COVID-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI , Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2021).
ILUSTRASI Covid-19 -- FOTO: Pendonor plasma konvalesen menunggu hasil cek darah milik pasien sembuh COVID-19 di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI , Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (23/6/2021). (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

"Tapi pada saat pasien kita jatuh pada kondisi long covid, artinya kebanyakan long covid itu adalah mereka yang mungkin PCR-nya sudah negatif," katanya, dikutip TribunHealth.com.

"Jadi secara prinsip, mereka sudah sembuh dari covidnya."

Namun sejumlah keluhan yang mengganggu masih dirasakan.

Hal inilah yang akan diatasi dengan obat.

Dengan demikan pengobatan tidak lagi seintens ketika masih positif.

dr. Adityo Susilo, Sp.PD pengobatan lebih bersifat supportif untuk mengurangi keluhan.

Baca juga: Benarkah Bahwa Tanaman Herbal Mampu Mengobati Covid-19? Berikut Ulasan Apoteker

Baca juga: Apakah Bayi di Dalam Kandungan Bisa Tertular Virus Covid-19? Simak Ulasan dr. Zaldy Zaimi, Sp.OG

ILUSTRASI Isolasi Mandiri - Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat jalani isolasi mandiri di rumah menurut Satgas Covid-19.
ILUSTRASI Isolasi Mandiri - Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat jalani isolasi mandiri di rumah menurut Satgas Covid-19. (Pixabay)

"Beberapa vitamin tentu kita masih kita berikan untuk menjaga kesehatannya," tambahnya.

Selain obat kimia, dr. Adityo Susilo, Sp.P menambahkan satu hal penting, yakni adalah dukungan psikologis.

"Jadi bagaimana kita sebagai tenaga medis bisa.. merasakan apa yang dirasakan oleh pasien kita."

"Dan barangkali bisa memberikan advice yang bisa menenangkan mereka," jelasnya.

Dukungan semacam ini membuat kepercayaan diri pasien menjadi lebih tinggi.

Pada akhirnya langkah semacam ini bisa berdampak positif pada penyembuhan pasien.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved