Breaking News:

Camilan Manis Bisa Sebabkan Gula Darah Tinggi, dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD Jelaskan Batas Amannya

Kondisi gula darah tinggi pada penderita diabetes tak baik, bisa lebih berisiko saat terpapar Covid-19

pixabay.com
Ilustrasi makanan tinggi gula bisa sebabkan diabetes 

TRIBUNHEALTH.COM - Pandemi Covid-19 memungkinkan orang lebih banyak beraktivitas di rumah.

Terkait hal ini, rupanya ada catatan yang bisa berpeluang menaikkan kadar gula dalam darah.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD ketika menjadi narasumber dalam program Ayo Sehat Kompas TV edisi Jumat (30/7/2021).

Catatan yang dimaksud salah satunya adalah kebiasaan makan makanan ringan.

"Kita banyak di rumah, jadi asupan makan juga meningkat," papar dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: Praktisi Kesehatan Bagikan Tips Kontrol Gula Darah, Cukup dengan Cara Sederhana

Baca juga: Dokter Sebut Gula Darah Tinggi Tak Selalu Tanda Menderita Penyakit Diabetes

Ilustrasi cek pengukuran gula darah pada penderita diabetes
Ilustrasi cek pengukuran gula darah pada penderita diabetes (Freepik.com)

Seringkali asupan yang dikonsumi adalah snack yang mengandung gula dan garam.

Akibatnya, kadar gula darah menjadi tinggi.

Belum lagi jika terpapar Covid-19.

Tentu kerja insulin semakin berat.

Sebagai informasi, infeksi akibat virus corona bisa terjadi di pankreas yang bertugas memproduksi insulin.

Akibatnya produksi dan kinerja insulin menjadi terganggu.

Lalu berapa batas gula darah yang bisa dikatakan aman?

Baca juga: dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD Paparkan 4 Alasan Penderita Diabetes Lebih Parah ketika Terpapar Covid-19

Baca juga: Tips Menjaga Gula Darah Stabil di Masa Pandemi Menurut Dokter Spesialis

Ilustrasi cemilan tinggi gula
Ilustrasi cemilan tinggi gula (Freepik.com)

dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD mengatakan rentangnya ada di anga 140-180.

Namun kondisi ini tergantung kondisi pasien.

"Kita selalu menetapkan sesuai latar belakang pasien," paparnya.

"Pasiennya gimana, usianya berapa, ada penyakit ginjal ngga misalnya, asupan makannya seperti apa."

"Tapi rata-rata 180-an. Jadi apabila gula darah ada di atas 200, apa lagi di atas 250 itu sudah warning sekali," tandasnya.

Baca juga: Dokter Jelaskan Mengapa Penderita Diabetes Alami Gangguan Mata, Ada Kaitannya dengan Panas Tubuh

Ketika gula darah mencapai angka tersebut, dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD menyarankan untuk segera menemui dokter.

Jika tidak memungkinkan, bisa melalui telekonsultasi yang kian familiar selama pandemi.

"Jadi jangan biarkan gula darah tidak terkontrol selama pandemi ini," paparnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved