Breaking News:

Dokter Benarkan Diare Lebih Banyak Terjadi saat Musim Hujan, Simak Penjelasan Berikut Ini

Diare lebih banyak terjadi pada musim hujan salah satunya karena faktor kebersihan

Pixabay.com
Ilustrasi sakit diare 

TRIBUNHEALTH.COM - Diare merupakan masalah kesehatan yang biasa dialami dalam kehidupan sehari-hari.

Namun diare dianggap lebih sering menyerang etika musim hujan.

Terkait hal ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, dr. Prasna Pramita tak menampik.

Dalam program Ayo Sehat Kompas TV, dr. Prasna menyebut diare sebenarnya bisa terjadi sepanjang musim.

Namun biasanya memang lebih banyak saat musim hujan.

"Sebenarnya diare bisa saja sepanjang musim. Tapi pada musim hujan biasanya lebih banyak yang menderita diare," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Mengapa bisa terjadi?

Ilustrasi, penyakit diare dipengaruhi musim hujan? FOTO: Warga berjalan menggunakan payung saat hujan deras yang mengguyur Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2020). BMKG memprediksi bahwa Jakarta mulai masuk musim penghujan, waspada potensi petir/kilat.
Ilustrasi, penyakit diare dipengaruhi musim hujan? FOTO: Warga berjalan menggunakan payung saat hujan deras yang mengguyur Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2020). BMKG memprediksi bahwa Jakarta mulai masuk musim penghujan, waspada potensi petir/kilat. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan, Simak Penjelasan dr. Nabila Marta

Baca juga: Kenapa Kasus Demam Berdarah Marak Terjadi saat Musim Hujan Dok?

dr. Prasna menjelaskan faktor kebersihan turut berkontribusi.

Pada musim hujan, perabotan menjadi lebih mudah kotor.

Akibatnya tingkat higenitasnya menjadi kurang terjamin.

"Misalnya karena banjir, lalu makanan kurang bersih, alat makan kurang bersih, akhirnya terjadilah diare."

"Jadi lebih sering terjadi juga pada musim penghujan," paparnya.

Diare sendiri kerap diindentikkan dengan intensitas buang air besar alias BAB yang lebih sering.

Tak jarang diare juga dibarengi masalah dehidrasi.

Pasalnya cairan tubuh banyak yang terbuang.

Ilustrasi perut sakit karena diare
Ilustrasi perut sakit karena diare (Pixabay)

Baca juga: Selain Menyebabkan Dehidrasi, Diare yang Tidak Ditangani dengan Baik Bisa Berakibat Fatal

Umumnya diare berlangsug singkat, berkisar pada 2 atau 3 hari saja.

Kendati demikian kondisi ini tetap harus diwaspadai.

Terlebih lagi jika diare terjadi berulang-ulang.

Hal itu bisa disebabkan masalah lain, seperti adanya iritasi pada usus besar.

Beberapa gejala umum yang dialami saat diare adalah sebagai berikut.

  • Feses lembek dan cair
  • Nyeri dan kram perut
  • Mual dan muntah
  • Nyeri kepala
  • Kehilangan nafsu makan
  • Haus terus menerus
  • Darah pada feses

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved