Breaking News:

Mitos atau Fakta Morning Sickness Berhubungan dengan IQ Janin?

Morning sickness ialah rasa mual dan muntah yang kerap kali dialami ibu hamil saat pagi hari. Morning sickness tidak hanya terjadi pada pagi hari saja

grid.id
ilustrasi ibu hamil yang mengalami morning sickness 

TRIBUNHEALTH.COM - Setiap ibu hamil pasti mengalami morning sickness.

Memang tidak semua ibu hamil megalami mual dan muntah, ada yang hanya merasa lemas seperti saat hendak datang bulan.

Morning sickness adalah mual mutah dan pusing yang dialami pada saat trimester awal.

Morning sickness merupakan kondisi yang membuat ibu hamil merasa sangat tidak nyaman.

Kerapkali morning sickness terjadi pada pagi hari, namun ukan berarti mual tidak bisa dirasakan pada waktu lainnya.

ilustrasi ibu hamil yang mengalami morning sickness
ilustrasi ibu hamil yang mengalami morning sickness (kompas.com)

Baca juga: Berikut Hal-hal yang Harus Dipersiapkan sejak Dini untuk Masa Kehamilan?

Semakin sering mengalami morning sickness, maka IQ bayi akan semakin tinggi?

Ibu hamil mengalami morning sickness atau mual muntah pada tiga bulan pertama.

Morning sickness yang berlebihan dikenal dengan nama Hipermesis gravidarum.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka akan beresiko menyebabkan kerusakan hati dan malnutrisi pada ibu hamil dan janin didalam kandungan.

Pada kasus yang lebih serius, mual dan muntah yang berlebihan bisa menyebabkan ibu hamil kekurangan vitamin.

Baca juga: Benarkah Ibu yang Hendak Melahirkan Harus Melakukan Rapid Test Terlebih Dahulu, Dok?

Terjadinya morning sickness dikarenakan hormon pada ibu hamil semakin tinggi.

Hormon yang semakin tinggi diperlukan agar kehamilan semakin menempel dengan baik pada rahim.

Morning sickness berkaitan dengan peningkatan hormon dan berkaitan dengan kondisi lambung ibu hamil.

IQ bayi tergantung dengan bagaimana sang ibu memberikan nutrisi kepada bayi.

Asam folat dan DHA sangat diperlukan karena baik untuk pertumbuhan sel-sel saraf bayi.

Stimulasi yang diberikan ibu sejak bayi didalam kandungan juga berpengaruh penting pada pertumbuhan otak bayi.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan dr. Boy Abidin Sp.OG. Selasa (29/3/2016)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved