Breaking News:

Dokter Sebut Secara Epidemiologi Alzheimer Paling Sering Ditemukan Dibanding Jenis Demensia Lainnya

Penyakit alzheimer menjadi penyebab umum demensia yang membuat penderitanya mengalami penurunan dalam keterampilan berpikir dan berperilaku.

Tribunnews.com
Ilustrasi pertanda pada otak ketika mengalami alzheimer 

TRIBUNHEALTH.COM - Alzheimer merupakan penyakit fisik yang merusak otak secara progresif, bertahap dari waktu ke waktu dan menyebabkan lebih banyak bagian otak yang rusak.

Penyakit alzheimer menjadi penyebab umum demensia yang membuat penderitanya mengalami penurunan dalam keterampilan berpikir, berperilaku, dan dikehidupan sosial.

Biasanya penyakit ini terjadi saat pasien berusia 65 tahun keatas.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Saraf, dr. Debby Amelia dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 14 Juli 2021, dokter sebut alzheimer bisa memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Baca juga: Penderita Demam Berdarah Tak Harus Rawat Inap, Bisa Perawatan di Rumah Jika Penuhi Kriteria Ini

Namun bukan tidak mungkin mereka yang berusia lebih muda juga bisa mengalaminya.

Gejala yang dialami bagi pengidap alzheimer, yaitu:

1. Kehilangan memori yang memengaruhi aktivitas sehari-hari

2. Kesulitan dengan tugas-tugas yang biasa dilakukan

Ilustrasi seorang pria mengalami alzheimer
Ilustrasi seorang pria mengalami alzheimer (palu.tribunnews.com)

3. Kesulitan memecahkan masalah

4. Sering merasa bingung

5. Rentan mengalami perubahan suasana hati dan kepribadian

6. Menarik diri dari teman, keluarga, dan komunitas

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Karena jika tidak segera ditangani bisa jadi secara bertahap kondisi tersebut akan semakin memburuk.

Tentunya bisa berpengaruh terhadap kualitas hidup penderitanya.

Menurut dr. Debby, alzheimer adalah bagian dari demensia-demensia yang lain.

Jadi sebelumnya harus mengetahui terlebih dahulu apa itu demensia.

Demensia adalah gangguan fungsi intelektual yang menetap dengan gangguan memori, bahasa, persepsi, emosi, dan berfikiran abstrak.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Reaksi Transfusi Darah? Simak Ulasan dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Ada beberapa jenis demensia, antara lain:

1. Demensia vaskular

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved