Breaking News:

Kehamilan Anggur Dapat Menyebabkan Keguguran, Dokter: Terjadinya Keguguran Akibat Adanya Kelainan

Keguguran merupakan lepasnya hasil konsepsi atau kehamilan dibawah usia kehamilan 20 minggu.

Kompas.com
Ilustrasi nyeri saat mengalami keguguran 

TRIBUNHEALTH.COM - Keguguran merupakan lepasnya hasil konsepsi atau kehamilan dibawah usia kehamilan 20 minggu.

Meskipun sudah sudah 19 minggu, sudah terbentuk janin juga bisa disebut keguguran saat hamil muda.

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan keguguran.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 10 Juli 2021, dr. Ari jelaskan terjadinya keguguran pada usia kehamilan muda.

Baca juga: Penting! Ini Cara Dapat Layanan Telemedicine bagi Pasien Isolasi Mandiri, Begini Alur Lengkapnya

Pertama, apakah ada masalah di dalam kromosom saat pembentukan organ.

Seperti blighted ovum, dimana terjadinya kehamilan tanpa terbentuk janin.

Adapun terjadinya keguguran akibat kelainan.

Misalnya yakni kehamilan anggur atau hamil mola.

ilustrasi bayi dalam kandungan yang sudah berusia 20 minggu
ilustrasi bayi dalam kandungan yang sudah berusia 20 minggu (jateng.tribunnews.com)

Kondisi ini dimana terjadi pendarahan, keluar jaringan juga disebut sebagai keguguran.

Hal ini terjadi akibat adanya masalah di kromosom.

Ada juga faktor lain seperti kandungan lemah.

Terjadinya kandungan lemah disebabkan karena kurangnya hormon progesteron.

Demam tinggi, infeksi virus atau parasit, stres, dan kelelahan juga dapat menyebabkan keguguran pada usia hamil muda.

Faktor risiko yang dapat mengakibatkan ibu hamil mengalami keguguran adalah adanya penyakit kronis.

Seperti hipertensi dan sakit gula harus segera diperbaiki.

Riwayat keguguran berulang mengakibatkan pasien mengalami keguguran akan memiliki risiko yang lebih besar.

Baca juga: Mitos atau Fakta Penderita Radang Tenggorokan Tidak Boleh Konsumsi Vitamin C? Ini Jawaban Dokter

dr. Ari menegaskan perlunya kontrol rutin.

Demam tinggi, batuk, pilek, harus segera diberikan pengobatan.

Karena demam tinggi saat hamil muda risikonya akan terjadi pendarahan.

Dokter harus melihat faktor-faktor risiko baru bisa mengobati.

Penjelasan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 10 Juli 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved