Breaking News:

Adakah Manfaat dan Resiko dari Pengobatan Tradisional Enema Kopi? Simak Penjelasan dr. Tan Shot Yen

Banyak sekali cara tradisional yang dilakukan sebagai pengobatan. Namun ternyata tidak semua pengobatan tradisional boleh menangani penyakit.

kompas.com
ilustrasi pengobatan tradisional 

TRIBUNHEALTH.COM - Banyak sekali cara-cara tradisional yang barangkali lebih bijak ditayakan kepada mengerjakan pengobatan tersebut.

Dalam peraturan pemerintah di Indonesia, orang yang berkecimpung di dalam dunia kesehatan dibagi menjadi 3 golongan:

- Hatra

Hatra yang disebut sebagai penyehat tradisional.

Ilmu penyehat tradisional biasanya berdasarkan keturunan.

ilustrasi pengobatan tradisional
ilustrasi pengobatan tradisional (kompas.com)

Baca juga: Perlu Diketahui, Makanan Santan dan Berlemak Memicu Tingginya Kadar Kolesterol

Tetapi hatra dipakai sebagai penunjang dalam hal prefentif dan promotif supaya orang yang menjalankan terapi tradisional merasa lebih segar.

Meskipun begitu, hatra tetap memiliki batasanya.

Penyehat tradisional atau hatra tidak boleh menangani penyakit.

- Ketra (Kesehatan Tradisional)

Ketra mendapatkan ilmu dari belajar minimal D3 akan lebih bagus jika S1.

Baca juga: Munculnya Dampak dari Menghisap Asap Rokok Itu Sekali atau Berkali-kali Dok?

Pada Ketra, akan diterbitkan STPT dan surat rekomendasi dikeluarkan oleh organisasi profesi Ketra.

Contoh dari Ketra adalah Sinsei, Akupunturis, dan Pijat tradisional yang memang sudah ada sekolahnya.

Dari pihak organisasi profesi ketra akan meminta surat rekomendasi kepada Puskesmas.

Surat rekomendasi profesi akan diberikan kembali kepada Puskes, supaya Puskes memberikan surat persetujuan bahwa Kesehatan Tradisional tersebut sudah berijin.

Puskes berfungsi sebagai monitoring atau pengawasan.

ilustrasi pengobatan tradisional
ilustrasi pengobatan tradisional (kompas.com)

Baca juga: Dok, Apakah Terjadi Pendarahan saat Berhubungan Seks Dapat Membahayakan Kesehatan?

Ijin Ketra akan dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan.

- Nakes (Tenaga Kesehatan)

Nakes termasuk dokter, perawat, fisioterapis, dan bidan.

Alangkah baiknya jika nakes bekerja dalam satu puskesmas.

Yang menjadi msalah adalah apabila nakes mendirikan praktek mandiri, membuat aturan, dan selain itu meresepkan jamu secara sendiri-sendiri.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com, bersama dengan dr. Tan shot Yen, dokter filsuf ahli gizi komunitas dan dr. Lidya Eka Novianty. Kamis (22/10/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved