TRIBUNHEALTH.COM - Dari segi medis biasanya ibu hamil atau ibu menyusui tidak diperkenankan melakukan tanam benang.
Karena sebelum melakukan tanam benang harus dimasukkan cairan anestesi terlebih dahulu.
Cairan ini belum relatif aman untuk ibu hamil atau ibu menyusui.
Kemudian juga tidak dianjurkan untuk orang-orang alergi dengan cairan anestesinya.
Dilansir oleh Tribunhealth.com, Aesthetic Doctor Dermaster Bali, dr. Caryn Miranda Saptari menjelaskan hal ini dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 19 Juni 2021 tentang pertimbangan medis dalam melakukan perawatan tanam benang.
Baca juga: Kenali Faktor Risiko Terjadinya Penyakit Diabetes, Simak Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Baca juga: Dokter Jelaskan Jenis-jenis Penyakit Diabetes yang Bisa Menyerang Usia Anak-anak hingga Usia Tua
Baca juga: Benarkan Mengompres dengan Es Batu Bisa Meredakan Sakit Gigi saat Berpuasa? Berikut Ulasan Dokter
Selain itu juga untuk orang-orang yang alergi atau mengalami keganasan kulit, biasanya dipertimbangkan.
Namun pada umumnya, sebenarnya penanaman benang ini termasuk hal yang aman dilakukan.
Ketentuan usia bergantung pada target dan tujuannya seperti apa.
Biasanya untuk usia muda di atas 12 tahun sudah boleh melakukan tanam benang.
Akan tetapi harus melihat lagi manfaat dilakukan tanam ini diperlukan untuk apa.
Biasanya untuk usia-usia muda dokter melakukan tanam benang untuk peremajaan kulit.
Di mana bertujuan agar kulitnya lebih kenyal.
Namun untuk usia-usia yang sudah mulai menua atau di atas 40 tahun lebih ditujukan untuk menarik kulit-kulit yang sudah mulai kendur.
Biasanya dokter akan menjelaskan secara terperinci apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan setelah treatment tanam benang.
Sebenarnya tidak ada larangan yang berarti.
Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengurangi bengkak bisa kompres es di rumah.
Kemudian yang tidak diperbolehkan adalah ekspresi terlalu berlebihan.
Karena mengingat di benang memiliki duri, sehingga jika berekspresi berlebihan takutnya durinya lepas.
Jadi perlu ditunggu untuk benangnya bisa menyatu dengan jaringan kulit kurang lebih 2 minggu, baru boleh berekspresi.
Bukan berarti tidak boleh senyum atau sebagainya.
Dalam artian tidak boleh tertawa terlalu lebar atau membuka mulut terlalu lebar.
Baca juga: Dok, Apakah Wanita Penderita Down Syndrome Bisa Hamil?
Baca juga: Dok, Apakah Selama Kehamilan Ada Tanda-tanda Down Syndrome yang Dapat Dideteksi?
Baca juga: Batasan Olahraga yang Dilakukan untuk Tetap Menjaga Kesehatan Jantung, Simak Penjelasan Dokter
Kemudian ada luka yang dibuat, alangkah baiknya tidak terkena air terlebih dahulu sampai luka tersebut menutup.
Selain itu juga tidak diperbolehkan melakukan olahraga yang terlalu berat.
Biasanya hal-hal tersebut yang harus diperhatikan.
Sementara itu orang berusia tua sangat perlu melakukan tarik benang.
Karena struktur kulitnya pasti sudah mulai jatuh, sudah banyak kulit yang menua.
Jadi justru diperlukan sekali melakukan tarik benang.
Penjelasan Aesthetic Doctor Dermaster Bali, dr. Caryn Miranda Saptari dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 19 Juni 2021.
(Tribunhealth.com/Dhiyanti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.