TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang berbahaya.
Penyakit ini diketahui merupakan salah satu penyumbang kematian tertinggi di Indonesia.
Oleh sebab itu penting untuk mengenai faktor risiko agar terhindar dari penyakit jantung.
Dikutip TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Timur, dr. Aussie Fitriani Ghaznawie, SpJP, FIHA menyebutkan, faktor risiko terbagi menjadi dua jenis.
Baca juga: Mengenal Berbagai Pengobatan untuk Kanker Kulit Melanoma, Ternyata Tak Hanya Kemoterapi
Baca juga: Dokter Jelaskan Berbagai Penyebab Gigi Sensitif, Salah Satunya karena Makanan Asam\
Baca juga: Jenis Kulit yang Direkomendasikan untuk Treatment Tanam Benang, Bisa Tahan hingga 2 Tahun
Yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah.
1. Faktor risiko yang bisa dirubah:
Salah satu contoh faktor risiko yang tidak dapat diubah yaitu, adanya keluarga yang terkena penyakit jantung.

"Kalau ada keluarga yang menderita penyakit jantung atau meninggal karena penyakit jantung."
"Maka berisiko lebih besar kita terkena penyakit jantung," terang Fitriani.
Kemudian faktor lain bisa disebabkan oleh usia.
Diketahui seorang laki-laki rentan terkena penyakit jantung pada usia 45 tahun.
Sementara pada perempan berusia diatas 55 tahun.
Meski demikian, saat ini, dibawah usia tersebut sudah banyak usia muda yang terkena penyakit jantung.
2. Faktor risiko yang tidak dapat dirubah
Terdapat faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti, memiliki kolesterol jahat yang tinggi.

Oleh sebab itu ia menghimbau kepada penderita kolesterol, untuk rutin mengecek kadar kolesterol agar terhindar dari penyakit jantung.
"Jadi rutin cek, minimal 6 bulan sekali atau satu tahun sekali," ujarnya.
Meski demikian, seseorang yang sehat juga penting untuk melakukan pemeriksaan secara rutin.
Terlebih pada seseorang yang memiliki gejala penyakit jantung.
Baca juga: Dokter Tegaskan Jika Pertolongan Pertama Serangan Jantung Dilakukan di Rumah Sakit, Bukan di Rumah
Baca juga: Penyakit Jantung Koroner Seringkali Jadi Penyebab Kematian Mendadak, Dokter Jelaskan Ciri-cirinya
Baca juga: Dok, Apakah Pembengkakan Jantung dapat Berbahaya dalam Jangka Panjang atau Jangka Pendek?
Penjelasan dr. Aussie Fitriani Ghaznawie, SpJP, FIHA ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Timur, 27 Agustus 2020.
(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)