Breaking News:

dr Arini Widodo Paparkan Statistik Kasus Kanker Kulit di Indonesia, Secara Umum Mengalami Kenaikan

Faktor paling berkontribusi terhadap kasus kanker kulit adalah sinar ultraviolet, lalu apa lagi?

Freepik
Ilustrasi pemeriksaan kanker kulit 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, Arini Widodo, menjelaskan statistik penderita kanker kulit di Indonesia.

dr Arini menjelaskan kini tengah terjadi peningkatan prevalensi kanker kulit.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penderita kanker kulit non melanoma mencapai dua juta dalam satu tahun di seluruh dunia.

"Sedangkan untuk melanoma, 132 ribu kurang lebih," katanya dikutip TribunHealth.com dari program Ayo Sehat Kompas TV edisi Jumat (18/6/2021).

Kendati demikian, prevalensi kanker kulit di Indonesia berbeda dengan angka global.

dr Arini menjelaskan kanker yang mengalami peningkatan paling tinggi dalah karsinoma sel basal.

Baca juga: Produk atau Skincare Ini Harus Dihindari saat Kulit Berjerawat, Berikut Ulasan Dokter

Baca juga: Berikut Pandangan Dokter Spesialis Kulit terhadap Bahan Alami yang Dianggap Mampu Mengatasi Jerawat

ilustrasi kanker kulit
ilustrasi kanker kulit (kompas.com)

Untuk kanker melanoma, cenderung sama setiap tahun.

"Jadi jumlah seluruh kanker kulit di Indonesia meningkat, terutama yang meningkat adalah karsinoma sel basal," kesimpulannya.

Dari berbagai faktor yang menyebabkan kanker kulit, yang paling berkontribusi adalah efek sinar ultraviolet.

"Kalau dari kanker melanoma, dia berkontribusi 89 persen," sebutnya.

"Sedangkan untuk kanker kulit nonmelanoma, matahari berkontribusi 90 persen."

Selain itu, masih ada faktor pemicu lain, termasuk genetik.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Penyakit Kulit, Dokter: Menjaga Kebersihan Salah Satunya

Baca juga: Apakah Benar Injeksi Immune Booster Bagus untuk Daya Tahan Tubuh, Kulit dan Kaya Vitamin, Dok?

ilustrasi kanker kulit
ilustrasi kanker kulit (tribunnews.com)

Kendati demikian, faktor ini hanya menyumbang 10 persen kasus kanker kulit.

Beberapa faktor lain antaranya adalah warna kulit.

dr Arini menjelaskan kanker kulit lebih berisiko menyerang orang yang berkulit putih.

"Kemudian kalau kita ada riwayat kulit terbakar karena matahari, kemudian adanya tahi lalat yang banyak," sebutnya.

"Jadi kalau orang punya tahi lalat misalnya lebih dari 50, dan ada tahi lalat yang bentuknya tidak biasa. Itu tentunya lebih berisiko," paparnya.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved