Breaking News:

Dokter Jelaskan 3 Penyebab Mata Malas, Termasuk Rabun Jauh dan Dekat

Karenanya, dokter spesialis mata menekankan pentingnya menggunakan kacamata untuk mengoreksi pengelihatan

Pixabay
Ilustrasi mata malas 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Mata, Helda Puspitasari, berbicara mengenai mata malas dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

Dalam program yang ditayangkan pada Senin (7/6/2021) itu, dr Helda menjelaskan mata malas dikenal juga sebagai amblyopia dalam dunia medis.

Secara umum, mata malas merupakan penurunan kondisi pengelihatan.

"Penyebabnya apa? Karena pada perkembangan pengelihatan kita saat anak-anak, dia tidak dapat fokusnya," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Dengan demikian, ketika dibantu dengan kacamata pengelihatan tidak serta merta menjadi lebih baik.

Penyebab mata malas terbagi dalam tiga kelompok utama.

Baca juga: Tips Mencegah Masalah Kesehatan Mata yang Diakibatkan oleh Paparan Sinar Gadget

Baca juga: Gejala Awal Penyakit Katarak Menurut Dokter Spesialis Mata yang Tidak Hanya Dialami Orang Dewasa

Ilustrasi penggunaan kacamata minus untuk hindari mata malas
Ilustrasi penggunaan kacamata minus untuk hindari mata malas (Pixabay)

Pertama adalah gangguan pada mata seperti rabun.

Apabila tidak dikoreksi dengan alat bantu pengelihatan, masalah ini bisa menimbulkan mata malas di kemudian hari.

Berikutnya adalah perubahan kedudukan mata.

"Jadi mata kan normalnya lurus ya ngelihatnya."

"Ada juga orang dengan mata juling, bisa keluar bisa ke dalam."

"Di situ dia bisa juga kejadian mata malas," jelas dr Helda.

Ketiga adalah pada anak yang mengalami katarak kongenital.

Baca juga: Hindari Menjemur Bayi secara Langsung di Bawah Sinar Matahari, Begini Penjelasan Dokter

Baca juga: Dokter Jelaskan Sejumlah Manfaat Pemberian Vitamin A Pada Anak, Tidak Hanya Untuk Mata Saja

Ilustrasi pemeriksaan mata
Ilustrasi pemeriksaan mata (Pixabay)

"Jadi pada saat lahir, dia sudah ketutup nih sebenarnya," paparnya.

Kondisi itu menyebabkan bayi tidak mendapat stimulasi perkembangan mata yang baik.

Akibatnya, otak menjadi biasa mengandalkan salah satu mata yang memiliki pengelihatan lebih baik.

Karenanya dr Helda mengatakan ketika bayi mengalami katarak kongenital, sedini mungkin harus dibawa ke dokter.

Katarak tersebut perlu segera diambil untuk memperbaiki kondisi pengelihatannya.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved