TRIBUNHEALTH.COM - Impaksi pada gigi merupakan kondisi gigi terpendam atau terjebak didalam gusi.
Umumnya, impaksi gigi terjadi pada orang dewasa.
Akibat dari impaksi gigi membuat seseorang rentan mengalami kerusakan pada gigi dan penyakit gusi.
Impaksi gigi adalah gigi yang tumbuhnya sebagian, atau gigi yang bererupsi hanya sebagian.
Terbanyak kasus pada gigi geraham ketiga, gigi taring, dan gigi premolar kedua.

Baca juga: Dok, Bagaimana Pengobatan Kista Rahang?
Penyebab impaksi adalah dimensi rahang yang tidak mencukupi untuk tumbuhnya gigi yang normal.
Terkadang tidak merasakan sakitnya saat impaksi secara langsung, karebna dampak sakitnya termasuk jangka panjang.
Misalnya saat gigi tumbuh sebagian.
Yang sering terjadi adalah bukan nyeri atau sakit tetapi serting food impaction atau penumpukan sisa makanan, sakit pada gusi, paling sering adalah sakit pada jaringan lunak disekitar gigi.
Baca juga: Hemofilia Bisa Terjadi karena Adanya Faktor Keturunan, Berikut Penjelaskan Dokter
Saat gigi tumbuh sebagian dan tidak terasa sakit maka diperkirakan tidak bisa tumbuh normal.
Secara radilogi maupun pemeriksaan klinis, hasil prognosanya buruk karena tidak bisa tumbuh sebaiknya dilakukan pengambilan.
Resiko yang paling sering dijumpai seperti abses, periodontitis, nyeri.
Pada kasus tertentu dimana ujung akar berhimpitan dengan saraf yang berada dibawanya akan menyebabkan nyeri yang hilang timbul.

Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan pada Sisa Akar Gigi yang Tertinggal? Berikut Penjelasan Dokter Gigi
Jika gigi tersebut mendesak gigi geraham kedua, maka gigi geraham kedua akan ikut rusak bahkan kedua gigi rusak bersamaan.
Gigi yang mengalami impaksi adalah gigi taring dan gigi premolar kedua sering tidak tumbuh atau tertanam.
Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Palu Official bersama dengan Drg. Nugroho S., Sp.BM., C.Med., CHCM., FICS. Selasa (12/1/2021)
(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)