Breaking News:

Kenali Penyakit Difteri yang Menyerang Anak hingga Menyebabkan Kematian

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini bisa ditularkan melalui droplet atau kontak langsung dengan resevoir

Kompas.com
ilustrasi penyakit difteri 

TRIBUNHEALTH.COM - Difteri adalah suatu infeksi akut menular yang disebabkan oleh organisme bakteri gram positif unaerob yang disebut Corynebacterium diphteriae.

Bakteri tersebut menyerang selaput lendir pada tenggorokan dan hidung, serta dapat mempengaruhi kulit.

Penyakit difteri bisa menyebabkan kematian, dan dapat dicegah sebagaimana dengan pemberian imunisasi.

Penularan difteri bisa ditularkan antar manusia.

Manusia sebagai reservoir yaitu pembawa bakteri tersebut.

Penularannya melalui droplet seperti percikan ludah saat batuk, muntah, alat makan yang digunakan bersama atau bahkan kontak langsung dengan resevoir tersebut.

ilustrasi penyakit difteri
ilustrasi penyakit difteri (Kompas.com)

Baca juga: Kebiasaan Merokok Dapat Mempengaruhi Kesehatan Gigi dan Gusi

Karena pembawanya adalah manusia, jadi penularannyapun antar sesama manusia.

Jika pasien tersebut penderita atau carrier kalau kita kontak langsung atau terkena droplet ludahnya bisa tertular.

Tidak hanya pada anak-anaka, orang dewasapun juga bisa terkena penyakit difteri.

Rata-rata usia anak pada angka 5 tahun sekitar 5-10% bisa menyebabkan kematian.

Pada usia dewasa juga bisa menyebabkan kematian sekitar 20%.

Difteri bisa terjadi pada usia 25 tahun ataupun 27 tahun, tidak hanya menyerang anak-anak balita saja.

Baca juga: Kebiasaan Merokok Dapat Mempengaruhi Kesehatan Gigi dan Gusi

Sebenarnya difteri bisa menyerang usai berapa saja, tetapi karena sistem imun anak paling rentan dan belum sekuat dewasa maka dari itu lebih sering menyerang anak-anak.

Gejala difteri yang paling sering dialami ialah:

- Ispa

- Batuk

- Bersin

- Nyeri saat menelan

- Demam yang tidak terlalu tinggi melebihi 38.5 derajat celcius.

- Bisa terjadi pembesaran leher

ilustrasi penyakit difteri
ilustrasi penyakit difteri (Kompas.com)

Baca juga: Kita Bisa Terkena Dampak Asap Rokok dalam Sekali Hisap atau Bagaimana Dok?

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved