Breaking News:

Simak Penjelasan dr. Hadi Prakoso Terkait Pengobatan Penyakit Katarak

Penyakit katarak bisa terjadi pada salah satu bagian mata saja. Kecepatan menebalnya penyakit katarak tidak selalu sama antara kedua mata.

health.kompas.com
Ilustrasi diagnosis katarak 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit katarak bisa terjadi pada salah satu bagian mata saja.

Penyakit katarak pada kebanyakan usia lanjut karena proses degeneratif dapat menjangkit kedua mata.

Kecepatan menebalnya penyakit katarak tidak selalu sama antara kedua mata.

Dilansir Tribunhealth.com dari penjelasan Dokter Spesialis Mata, dr. Hadi Prakoso dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 25 Maret 2021 tentang pengobatan penyakit katarak.

Penebalan penyakit katarak dapat berangsur dengan bertambahnya usia.

Baca juga: Dokter Spesialis Mata Jelaskan Gejala Penyakit Katarak yang Menyerang Mata

Baca juga: Dokter Jelaskan Pemakaian Masker Selama Pandemi Akibatkan Jerawat dan Kulit Kusam

Penyakit katarak selain disebabkan oleh proses degeneratif, dapat disebabkan karena trauma seperti kecelakaan.

Bisa jadi karena olahragawan sebagai pemain bulu tangkis kemudian tanpa sengaja mata terkena shuttlecock.

Ada juga trauma karena terkena benda tajam sehingga menusuk bagian mata.

Kondisi ini dapat langsung terjadi.

Ilustrasi gejala penyakit katarak pada mata
Ilustrasi gejala penyakit katarak pada mata (jakarta.tribunnews.com)

Biasanya yang cenderung mengalami trauma seperti kecelakaan adalah usia muda.

2 dari 4 halaman

Selain penyakit dan peradangan di dalam bola mata.

Hal lain yang dapat memicu penyakit katarak adalah penggunaan obat.

Pada orang-orang yang memiliki penyakit lain pada tubuhnya dan konsumsi obat steroid dalam jangka panjang dapat mempercepat terjadinya penyakit katarak.

Bisa juga penggunaan obat tetes yang mengandung steroid dimana tidak diawasi atau tidak terkontrol dapat memicu timbulnya katarak.

Tentunya tidak ada pencegahan pada proses degeneratif karena usia setiap orang akan bertambah.

Saat ini upaya seseorang adalah bukan bagaimana mencegah penyakit katarak, namun bagaimana memundurkan terjadinya penyakit katarak.

Ada banyak teori terkait pencegahan penyakit katarak.

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan Manfaat Medis Perawatan Pemutihan pada Gigi

Baca juga: Dokter Tegaskan Pengaruh Penggunaan Veneer terhadap Kekuatan Gigi

Bagaimana mencegah pengaruh radikal bebas penggunaan antioksidan.

Ada yang mengatakan jika konsumsi vitamin C, vitamin E dengan dosis tinggi bertahun-tahun bisa memperlambat munculnya penyakit katarak.

Namun untuk membuktikan memang masih sulit.

3 dari 4 halaman

Katarak tidak bisa diobati.

Namun dapat diatasi.

Caranya yakni dengan dilakukan operasi.

Secara umum dalam masyarakat saat mendengar kata operasi adalah hal yang menyeramkan.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, operasi katarak menjadi salah satu operasi yang paling aman dibidang kedokteran.

Ilustrasi pelaksaan operasi untuk pasien penderita katarak
Ilustrasi pelaksaan operasi untuk pasien penderita katarak (pixabay.com)

Walaupun hal ini merupakan operasi dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Operasi dengan teknologi sekarang sudah menjadi operasi yang terlihat simple.

Sehingga di tangan seorang ahli yang berpengalaman hanya memakan waktu kurang dari 10 menit.

Dengan demikian operasi ini tidak akan memberatkan pasien.

Saat ini bius untuk operasi mata tidak perlu adanya penyuntikan, namun dengan ditetesi obat untuk menghilangkan rasa sakit.

4 dari 4 halaman

Luka yang ditimbulkan pun kira-kira hanya 2-2,5 mm.

Sehingga operasi ini selain aman, waktu singkat, dan tidak sakit.

Proses penyembuhan operasi tersebut juga cepat.

Baca juga: Perawatan Gigi Apa yang Tepat untuk Memperbaiki Gigi Patah, Dok?

Baca juga: Dok, Benarkah Jika Memiliki Riwayat Leukosit Tinggi Dapat Kambuh Lagi?

Katarak sebagai proses degeneratif di usia lanjut bukan merupakan penyakit menurun.

Namun semua orang akan mengalami.

Diluar itu, memang ada penyakit katarak yang sifatnya menurun.

Biasanya akan muncul pada bayi yang baru lahir.

Dengan kelainan genetik tertentu bisa menurunkan.

Tingkat keberhasilan operasi penyakit katarak bisa dibilang diatas 95%.

Tentunya kesuksesan dari operasi tersebut menyangkut beberapa komponen.

Yakni komponen pasien, pengalaman dan kerampilan dokter, peralatan dan metode teknologi.

Jika hanya katarak saja, tentunya kemungkinan suksesnya tinggi.

Namun jika selain katarak, ada penyakit lain yang menyertai di mata tentunya membuat hasilnya menurun.

Pengalaman dan keterampilan dokter sangat mempengaruhi.

Tentunya setiap orang akan mencari teknik operasi yang lebih baik, lebih aman, lebih bisa menjawab kebutuhan.

Sebelum diberikan penanganan tentunya ada pemeriksaan-pemeriksaan untuk melihat adanya kelainan lain atau tidak.

Seperti diabetes dan kencing mans yang tidak terkontrol yang sudah lama, seringkali mempengaruhi kesehatan mata.

Ilustrasi pemeriksaan katarak pada pasien
Ilustrasi pemeriksaan katarak pada pasien (pixabay.com)

Mengalami apa yang disebut diabetes retinopati atau kelainan retina pada diabetes.

Karena retina adalah jaringan saraf yang menangkap gambar yang dilihat oleh mata.

Jika retina rusak, kemudian katarak, dan diambil kataraknya, penglihatannya tidak akan bagus.

Karena hal ini merupakan satu kesatuan sistem.

Karena usia lanjut mata agak kering.

Sehingga saat selesai operasi akan banyak keluhan mata berair, terasa terganjal, dan penglihatan tidak maksimal.

Penjelasan Dokter Spesialis Mata, dr. Hadi Prakoso dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 25 Maret 2021.

Baca juga: Dok, Benarkah Pembengkakan Limpa Terjadi karena Diabetes dan Produksi Eritrosit Kurang?

Baca juga: Mengenal Kondisi Pendarahan Saluran Cerna, Begini Penjelasan Dokter

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Berita lain tentang kesehatan ada di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved