Breaking News:

Onani Tak Berdampak Buruk untuk Tubuh, tapi Siap-siap Hadapi Masalah Ini saat Berumah Tangga

Medical Sexologist paparkan bahaya onani pada pria, bagikan tips untuk mengatasinya

pixabay.com
Ilustrasi masalah kehidupan ranjang 

TRIBUNHEALTH.COM - Medical Sexologist, dr Binsar Martin Sinaga berbicara mengenai bahaya onani bagi pria.

Dalam program Edukasi Seksual Tribunnews, dr Binsar mengatakan onani tidak berbahaya bagi tubuh.

Kendati demikian, bukan berarti aktivitas ini aman untuk dilakukan.

Rupanya onani tetap memiliki dampak.

"Onani itu adalah salah satu aktivitas seksual. Dan aktivitas seksual itu tidak berbahaya secara tubuh," kata dr Binsar dikutip TribunHealth.com.

"Tetapi dia bermain di fantasi seksual. Nah fantasi seksualnya terlalu tinggi."

Baca juga: Sering Pakai Masker, Apakah Pria Harus Mencukur Kumis dan Jenggot?

Baca juga: Gaya Hidup Dapat Mempengaruhi Kesuburan Pria: Celana yang Ketat Jadi Salah Satu Pemicunya

Ilustrasi masalah pada pria
Ilustrasi masalah pada pria (health.kompas.com)

Rupanya, dampak onani baru terasa ketika memasuki kehidupan berkeluarga.

Bukan tidak mungkin banyak onani di masa muda bisa memicu ejakulasi dini.

"Akibatnya apa? Ketika nanti dia memasuki lembaga yang namanya pernikahan, atau mulai mengalami kehidupan seksual yang teratur, ini bahaya," paparnya.

"Karena apa? Karena fantasi seksual tidak bisa menjaga yang namanya kebugaran seksual. Akhirnya muncul problem ejakulasi dini."

"Jadi hati-hati para pria yang sering melakukan onani. Kalau sudah melakukan masturbasi, nanti problem ketika sudah memasuki kehidupan seksual yang teratur adalah ejakulasi dini."

Ilustrasi alat reproduksi pria
Ilustrasi alat reproduksi pria (Pixabay)

Baca juga: Puber Kedua Pria, Mitos atau Fakta? Begini Penjelasan dari Medical Sexologist

Baca juga: Benarkan Gigi Pria Lebih Rapuh dari Gigi Wanita?

Kendati demikian, kebiasaan onani bisa dihentikan.

Cara yang paling mudah adalah mengalihkan dorongan dan fantasi seksual pada kegiatan yang lebih produktif.

"Pertanyaannya bagaimana cara menyembuhkan?

"Kalau dia belum masuk usia pernikahan, coba alihkan fantasi seksualnya dalam kegiatan, alihkan dorongan seksualnya dengan hobi, dengan kegiatan yang positif."

"Alihkan, sehingga dia bisa ngerem. Dan itu akan berpengaruh pada saatnya memiliki kehidupan seks."

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved