Seperti anak tidak biasa menyikat gigi.
Selanjutnya bisa karena intake nutrisi makanan manis dan lengket sering sekali.
Jadi orangtua sering memberikan cemilan, biskuit dan coklat.
Lalu pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang sering, tidak ada jarak waktu yang diberikan ke anak. Misalnya 2 jam sekali.
Baca juga: dr. Tan Bagikan Tips saat Anak Mulai MPASI, Kenalkan dengan Makanan Baru Sedikit demi Sedikit
Kemudian anak yang doyan manis, dan kebiasaan mengonsumsi susu botol.
Jadi pentingnya edukasi sejak dini mengenai kesehatan gigi dan mulut kepada orangtua dan anak.
Kalau kami di Makassar, mempromosikan kesehatan ini kepada pemegang kebijakan.
Contohnya kami melakukan presentasi tim PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang membawahi kesehatan untuk ibu hamil dan anak.
Nah kami persatuan dokter gigi Indonesia untuk wilayah Sulawesi selatan dan Sulawesi barat, mencoba mempresentasikan ini kepada ibu gubernur.
Baca juga: Alasan Gigi Atas Anak Mudah Terkena Karies Susu Botol, Ini Kata drg. Wiwik Elnangti Wijaya, Sp. KGA
Presentasi ini menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut.
Bukan cuma saat dari anak itu lahir, kami juga berusaha memberikan edukasi kepada para ibu pra nikah.
Jadi mereka sudah tahu, ketika hamil, lalu melahirkan, dan mempunyai anak, mengenai pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut anak.
Ini dilakukan karena kita menginginkan generasi selanjutnya, merupakan generasi unggul.
Jangan sampai kami dokter gigi anak ada di bagian kuratif terus (sudah terlanjur, baru mengobati).
Sebaiknya promotif dan preventif itu sudah di awal.
Baca juga: Bukan Seberapa Sering Rajin Menyikat Gigi, Tapi Perhatikan Teknik dan Alat yang Digunakan
(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)