Inilah Jenis Pola Asuh yang Tepat untuk Anak Menurut Psikolog Keluarga

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ilustrasi orangtua mengajak anak bermain bersama sebagai salah satu cara dalam memberikan pengasuhan yang tepat.

TRIBUNHEALTH.COM - Setiap orangtua memiliki gaya pengasuhan yang berbeda terhadap anak-anaknya.

Tentunya setiap gaya pengasuhan turut membawa karakteristik dan memiliki dampak yang berbeda pula pada anak-anak.

Dampak tersebut dapat terlihat pada pertumbuhan emosi dan psikologis anak secara keseluruhan.

Namun tahukah Anda jenis pola asuh apa yang paling tepat untuk anak?

Baca juga: Jenis Kekerasan Apa yang Rentan Terjadi pada Anak? Berikut Tanggapan Psikolog

Baca juga: Apa Itu Definisi Kekerasan pada Anak? Simak Penjelasan Psikolog Berikut Ini

Baca juga: Dokter Jelaskan Cara Penanganan Disleksia, Tekankan Pentingnya Awareness Orangtua

Psikolog keluarga dan pendidikan anak, Adib Setiawan bersedia memberikan tanggapannya.

Dikutip TribunHealth.com dari tayangan YouTube Tribun Health, Adib menyebutkan, pola asuh yang tepat diberikan kepada anak yaitu pola asuh yang menyeimbangkan antara kasih sayang dan aturan.

"Pola asuh yang tepat adalah pola asuh yang menyeimbangkan antara kasih sayang dan aturan," ujarnya.

Ia pun menjabarkan beberapa bentuk kasih sayang yang dapat dirasakan sang anak yang diberikan oleh kedua orangtuanya.

Ilustrasi - Ibu dan anak (Shutterstock)

Baca juga: Dampak Fisik hingga Sosial Bisa Terjadi pada Anak yang Kecanduan Gadget, Berikut Penjelasan Psikolog

"Kasih sayang itu seperti saat orangtua memberikan makanan dengan gizi yang cukup, pendidikan yang layak, diajak bermain dan diajak jalan-jalan. "

"Sehingga anak bisa merasakan mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya," terang Adib.

Sementara dalam memberikan pola asuh yang tepat, ia menjelaskan mengenai cara dalam mengajarkan aturan yang tepat kepada sang anak.

Ilustrasi ibu memberikan pengasuhan kepada sang anak dengan mengenalkan anak seputar pendidikan dasar. (kupang.tribunnews.com)

Yaitu memberikan pemahaman kepada anak, mengenai hal-hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

Misalnya pada saat anak meminta dibelikan mainan.

Menurut Adib, orangtua harus memahami kebutuhan sang anak.

Apabila anak hanya menginginkan, namun sebenarnya tidak membutuhkan mainan tersebut, orangtua tidak perlu mengikuti keinginan sang anak.

"Ketika anak minta dibelikan mainan, apakah mainan tersebut dibutuhkan oleh anak atau tidak."

"Tentunya yang dipenuhi oleh orangtua sesuatu yang dibutuhkan oleh sang anak."

"Sehingga anak juga diajarkan, mana yang boleh dan mana yang tidak," tandas Adib.

Baca juga: Orang Tua Perlu Tahu, Psikolog Jelaskan Dampak yang Ditimbulkan karena Melakukan Kekerasan pada Anak

Baca juga: Psikolog Menjelaskan Kekerasan pada Anak Akibat dari Orang Tua yang Belum Siap

Baca juga: Mengapa Rentan Terjadi Kekerasan pada Anak? Begini Tanggapan Psikolog

Penjelasan ini dikutip dari tayangan YouTube Tribun Health, Sabtu (29/5/2021).

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)