Breaking News:

Orang Tua Perlu Tahu, Psikolog Jelaskan Dampak yang Ditimbulkan karena Melakukan Kekerasan pada Anak

Dampak melakukan kekerasan kepada anak bisa timbul jangka pendek atau jangka panjang.

manado.tribunnews.com
Ilustrasi melakukan kekerasan kepada anak kecil 

TRIBUNHEALTH.COM - Dampak melakukan kekerasan kepada anak bisa timbul jangka pendek atau jangka panjang.

Apabila jangka pendek anak bisa merasa pendiam, minder, sering menundukkan kepala, tatapan matanya kurang tajam.

Anak menundukkan kepala dan tidak percaya diri.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Psikolog, Adib Setiawan, S.si., M.Psi. dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 31 Mei 2021 tentang dampak kekerasan kepada anak.

Menjadikan anak malas dalam belajar.

Baca juga: Dokter Jelaskan Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif pada Anak untuk Menghindari Masalah Gizi

Baca juga: Apakah Boleh Melakukan Bleaching Gigi hanya Karena Estetika? Ini Penjelasan Dokter Gigi

Serta susah dalam bergaul.

Kondisi itulah yang dapat muncul dalam jangka pendek.

Ilustrasi kekerasan pada anak
Ilustrasi kekerasan pada anak (Kompas.com)

Jika kekerasan dilakukan secara terus menerus, secara jangka panjang dapat menjadikan anak kurang percaya diri.

Bahkan prestasi belajar menurun.

Selain itu, anak juga terancam mengalami gangguan jiwa.

Gangguan yang muncul mulai dari depresi, kecemasan, hingga skizofrenia.

Biasanya ketika anak usia balita atau usia sekolah dasar mendapatkan kekerasan dari orang tua akan mengalami gangguan.

Seperti tidak mau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Tidak mau menjawab pertanyaan dari orang dewasa yang memberikan pertanyaan kepada anak.

Lantas, mengapa hal seperti ini dapat terjadi?

Hal ini dikarenakan anak merasa tidak aman dengan orang dewasa.

Baca juga: Pakar Imunisasi Imbau Masyarakat Jujur Soal Kondisi Kesehatan Sebelum Divaksin

Baca juga: Apa Itu Definisi Kekerasan pada Anak? Simak Penjelasan Psikolog Berikut Ini

Sehingga anak akan melakukan generalisasi bahwa setiap orang dewasa dapat menyakiti dan melukainya.

Akibat yang ditimbulkan yakni anak tidak percaya lagi terhadap orang dewasa.

Karena ia tidak percaya kepada orang tua sehingga rasa tersebut juga muncul kepada orang lain.

Kondisi ini juga dapat berdampak pada anak yang dapat melakukan kekerasan terhadap orang lain.

Namun psikolog menjelaskan jika kondisi tersebut bergantung pada lingkungan.

Serta tergantung dari kondisi jangka pendek dari anak tersebut.

Penjelasan Psikolog, Adib Setiawan, S.si., M.Psi. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 31 Mei 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved