Breaking News:

Dokter Sampaikan Kondisi yang Tidak Dianjurkan Menggunakan Kawat Gigi, Ketahui Alasannya

Kawat gigi digunakan untuk mengatasi susunan gigi yang berjejeal. Tetapi tidak semua kondisi bisa menggunakan kawat gigi.

grid.id
ilustrasi seseorang menggunakan kawat gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Kawat gigi merupakan alat ortodonti yang digunakan untuk mengatasi kondisi susunan gigi tidak rata maupun gigi berjejal.

Sebelum menggunakan kawat gigi pun harus dilakukan konsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan keluhan.

Berikut ialah kondisi yang tidak dianjurkan untuk menggunakan kawat gigi :

- Usia anak-anak

Pada usia anak-anak atau masih memiliki gigi susu belum disarankan untuk menggunakan kawat gigi.

Karena akar gigi susu mudah terabsorbsi, sehingga akar tersebut bisa teresorbsi sendiri.

ilustrasi seseorang menggunakan kawat gigi
ilustrasi seseorang menggunakan kawat gigi (grid.id)

Baca juga: Perawatan Behel atau Kawat Gigi Hanya Boleh Dilakukan oleh Dokter Gigi Spesialis Ortodonti

- Pada kasus penyakit sistemik

drg. Ardiansyah Pawinru menyampaikan, pada usia-usia memiliki penyakit sistemik pasien tidak dianjurkan dengan perawatan kawat gigi, misalnya penyakit diabetes,

Penyakit diabetes akan menyebabkan gigi bergoyang karena asupan pembuluh darah yang berubah.

Jika dilakukan perawatan orto pada penderita diabetes, maka gigi akan mengalami goyang karena perawatan orto tergolong menggerakkan gigi.

2 dari 3 halaman

Apabila memiliki riwayat diabetes yang tidak terkontrol, maka tidak akan ada regenerasi tulang sehingga gigi bisa goyang semua.

Semua penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jaringan pendukung gigi tidak bisa dilakukan pemasangan kawat gigi.

Baca juga: drg. Ardiansyah Benarkan Jika Penggunaan Kawat Gigi atau Behel Bisa Mengubah Bentuk Wajah Seseorang

Sebenarnya hampir setiap orang tidak memiliki susunan gigi yag rata.

Beberapa orang merasa kurang percaya diri dengan susunan gigi mereka yang tidak rapi.

Perawatan susunan gigi yang tidak rapi yang sering dilakukan ialah pemasangan behel atau kawat gigi.

Pada perawatan gigi yang berkaitan dengan maloklusi dan bertujuan merapikan gigi, perawatannya dimulai dari sedini mungkin.

Tetapi pada usia tumbuh kembang di usia 8-12 tahun biasanya menggunakan my functional.

Setelah usia pertumbuhan yang berkisar 12 atau 13 tahun ke atas, pada laki-laki ditandai dengan baliq atau perubahan fisik yang ditandai perubahan suara dan sebagainya, sedangkan pada wanita ditandai dengan haid baru mulai dilakukan indikasi perawatan ortodonti secara cekat.

Baca juga: Behel Gaya, Apakah Berpengaruh pada Kesehatan Gigi? drg. H. Rahmat Juliadi, M.H.Kes Menjawab

Pemasangan behel pada usia 12 atau 13 tahun ke atas tergolong usia yang ideal.

drg. Ardiansyah mengatakan bahwa pemasangan kawat gigi dapat mempengaruhi bentuk wajah seseorang.

3 dari 3 halaman

Pemasangan kawat gigi secara prinsip akan menggerakkan gigi, namun pergerakan gigi disertai dengan rangsangan pertumbuhan atau perkembangan rahang.

Misalkan terdapat kasus pada rahang atas yang bermasalah mengecil dan tidak tumbuh, bisa dilakukan terapi, perawatan untuk memperbesar rahang dengan alat-alat ekspansi.

Diusia-usia tumbuh kembang yakni pada usia 8-14 atau 16 tahun, drg. Ardiansyah mengatakan bahwa pada fase tersebut ialah fase yang tepat apabila ingin melakukan perubahan rahang.

Baca juga: Sebelumnya Tidak Menggunakan Behel apakah Diperbolehkan Menggunakan Retainer? Ini Kata Dokter

Tetapi jika sudah memasuki usia 20 tahun atau pertumbuhan berhenti, apabila rahang tidak pas misalkan rahang atas maupun bawah sangat maju maka indikasinya dilakukan bedah orto.

Pada usia pertumbuhan berhenti sudah tidak bisa dilakukan rekayasa atau treatment pertumbuhan rahang atas maupun bawah.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews bersama dengan drg. Ardiansyah Pawinru, SP. Ort(K). Seorang dokter gigi spesialis ortodonti.

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved