Breaking News:

dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B Paparkan Beragam Jenis hingga Penyebab Terjadinya Luka

Menurut dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B luka merupakan suatu kerusakan fungsi protektif dari kulit atau bisa diartikan sebagai jaringan yang rusak.

cewekbanget.grid.id
Ilustrasi luka bakar, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B paparkan beragam jenis luka 

TRIBUNHEALTH.COM - Perawatan maupun pengelolaan terhadap luka menjadi salah satu faktor yang akan menentukan hasil akhir dari proses penyembuhan luka.

Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B menjelaskan jika prosedur manajemen dan perawatan luka pasca operasi tidak hanya berlaku pada tindakan operasi saja, namun juga pada semua luka yang ada di dalam tubuh kita.

Luka merupakan suatu kerusakan fungsi protektif dari kulit atau bisa diartikan sebagai jaringan yang rusak.

Tak hanya kulit saja yang mengalami kerusakan, akan tetapi juga jaringan-jaringan di bawah kulit.

Misalnya seperti otot, tulang maupun saraf.

Baca juga: Benarkah Seseorang Bisa Hidup Tanpa Kantung Empedu? dr. Hasan Maulahela Memberikan Tanggapannya

ilustrasi luka yang sudah mengering, begini pemaparan dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B
ilustrasi luka yang sudah mengering, begini pemaparan dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B (ambon.tribunnews.com)

Baca juga: Kolesterol yang Tinggi Bisa Mengendap Menjadi Batu Empedu, Berikut Beberapa Faktor yang Memengaruhi

Menurut Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B kerusakan luka tersebut bisa disebabkan oleh beragam hal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 27 Oktober 2022.

"Jadi luka itu tidak hanya disebabkan dari pembedahan saja, jadi dari etiologinya luka itu bisa berasal dari pembedahan ataupun luka karena trauma dari kecelakaan lalu lintas, luka bakar ataupun terjadinya luka radiasi. Misalnya luka radiasi kalau kita main di pantai itu kita terkena paparan sinar matahari ataupun luka radiasi karena terapi kanker," jelas Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B.

dr. Andreas menambahkan jika luka bisa juga terjadi akibat ulkus yang dikarenakan penyakit diabetes ataupun ulkus vaskuler yang biasanya terjadi pada orang-orang dengan kegemukan, hipertensi, gangguan pembekuan darah maupun wanita hamil yang banyak mengalami komplikasi.

Baca juga: Sariawan Memang Tidak Menular, Namun Keberadaannya Dapat Menimbulkan Rasa Sakit dan Tidak Nyaman

Ilustrasi adanya luka di permukaan kulit, begini penjelasan dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B
Ilustrasi adanya luka di permukaan kulit, begini penjelasan dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B (Freepik)

Baca juga: Masa Menopause Bukan Akhir Hidup Seorang Wanita, Begini Kata dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

"Biasanya mereka mengalami gangguan pembuluh darah balik ke jantung sehingga tidak lagi lancar," kata Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B.

2 dari 2 halaman

Biasanya luka ulkus terjadi di area tumit atau lutut.

Sementara untuk luka lain bisa disebabkan karena durasi penyembuhan dimana ada luka yang terjadi secara akut ataupun kronik.

Menurut Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B kronik merupakan luka yang tidak kunjung sembuh.

"Biasanya masalahnya macam-macam, ada pengaruh dari imunitas yang menurun ataupun perawatan luka yang kurang baik, sehingga luka yang normalnya mungkin 2-4 minggu sudah selesai, dia bisa diperpanjang bisa hitungan sampai bulanan ataupun tahunan atau luka tidak kunjung sembuh," timpal Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B.

Baca juga: Efek Penggunaan Celana Ketat Jangka Panjang Tidak Bagus bagi Pria, dr. Binsar Sampaikan Alasannya

ilustrasi luka pada kaki, simak penuturan dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B
ilustrasi luka pada kaki, simak penuturan dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B (freepik.com)

Baca juga: Yuanita Ani S. M.Kep.,NS Ungkap Alasan Pentingnya Menjaga Kesehatan Reproduksi Pria dan Wanita

Umumnya hal ini terjadi pada orang-orang dengan penyakit imunitas yang menurun, diabetes atau penyakit gula maupun luka yang diklasifikasikan karena kedalamannya lukanya.

Pasalnya luka yang dalam biasanya akan lebih lama penyembuhannya dibandingkan luka yang hanya ada di permukaan saja.

Baca juga: Tersedak Makanan Pedas Selang Beberapa Jam Keluar Riak Berupa Darah? Ini Kata Dokter

Penjelasan Dokter Bedah Umum, dr. Andreas Cahyo Nugroho, Sp.B dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Beauty Health edisi 27 Oktober 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved