Breaking News:

Benarkah Seseorang Bisa Hidup Tanpa Kantung Empedu? dr. Hasan Maulahela Memberikan Tanggapannya

Menurut dr. Hasan Maulahela apabila kantung empedu diambil akan ada efek samping yang sebenarnya relatif ringan terjadi.

nationalgeographic.grid.id
ilustrasi kantung empedu, begini pemaparan dr. Hasan Maulahela 

TRIBUNHEALTH.COM - Kondisi penyakit batu empedu yang ringan jarang sekali menimbulkan gejala.

Biasanya penderita mulai merasakan gejala apabila saluran empedu tersumbat akibat pengendapan batu empedu.

Apabila batu empedu berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala, maka penanganan secara medis tidak diperlukan.

Akan tetapi jika penderita merasakan gejala sakit perut yang muncul secara tiba-tiba, maka tindakan pengobatan perlu segera dilakukan.

Pada umumnya metode pengobatan batu empedu meliputi operasi pengangkatan kantung empedu atau konsumsi obat-obatan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroentero-Hepatologi, dr. Hasan Maulahela yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 13 Januari 2022.

Kendati demikian, penggunaan obat jarang dilakukan karena kurang efektif dalam mengobati batu empedu.

Baca juga: Efek Penggunaan Celana Ketat Jangka Panjang Tidak Bagus bagi Pria, dr. Binsar Sampaikan Alasannya

ilustrasi seseorang yang mengalami batu empedu, begini ulasan  dr. Hasan Maulahela
ilustrasi seseorang yang mengalami batu empedu, begini ulasan dr. Hasan Maulahela (freepik.com)

Baca juga: Sariawan Memang Tidak Menular, Namun Keberadaannya Dapat Menimbulkan Rasa Sakit dan Tidak Nyaman

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan.

Menurut dr. Hasan Maulahela, negara Indonesia kaya akan makanan-makanan enak dan berlemak, namun perlu dijaga jumlah dalam konsumsi makanan berlemak.

Makanan bersantan, berkolesterol tinggi, dan berminyak harus dikurangi.

2 dari 4 halaman

Selain itu, harus tetap menjalankan pola hidup sehat.

Hal ini lantaran batu empedu diduga muncul akibat endapan kolesterol dan bilirubin yang menumpuk di dalam kantung empedu.

Penumpukan terjadi ketika cairan empedu tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin berlebih yang dihasilkan hati.

Oleh sebab itu, sangat penting sekali untuk menjaga pola makan yang sehat agar terhindar dari masalah kesehatan seperti terjadinya batu empedu.

Kantung empedu terletak di dalam rongga perut, tepatnya di sebelah kanan di bawah organ hati atau liver.

Fungsi utama kantung empedu ialah untuk menyimpan, mengentalkan, serta melepas getah empedu ke saluran pencernaan.

Baca juga: Masa Menopause Bukan Akhir Hidup Seorang Wanita, Begini Kata dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

ilustrasi kantung empedu,  dr. Hasan Maulahela jelaskan fungsinya
ilustrasi kantung empedu, dr. Hasan Maulahela jelaskan fungsinya (health.kompas.com)

Baca juga: Tersedak Makanan Pedas Selang Beberapa Jam Keluar Riak Berupa Darah? Ini Kata Dokter

Cairan empedu pertama kali akan dilepas ke duodenum, dimana sebagain besar proses pencernaan berlangsung.

Orang yang tak memiliki kantung empedu masih tetap bisa menjalani kehidupan secara normal.

Hal ini lantaran kantung empedu yang telah dioperasi memiliki masalah bagi tubuh, sehingga jika tetap dipertahankan justru akan menimbulkan infeksi pada saluran empedu.

dr. Hasan Maulahela membenarkan jika seseorang sangat bisa hidup tanpa kantung empedu.

3 dari 4 halaman

"Jadi yang berfungsi utama adalah cairan empedu," jelas dr. Hasan Maulahela.

Kantung empedu hanya berfungsi untuk menampung.

Lantas apa yang akan terjadi apabila kantung empedu diambil?

Memang akan ada efek samping yang sebenarnya relatif ringan terjadi.

Efek samping tersebut yaitu misalnya jika seseorang konsumsi makanan berlemak yang banyak, maka akan biasanya akan mengalami diare.

Selain itu, orang tersebut juga akan merasakan kembung.

Namun secara umum, relatif tidak menimbulkan masalah.

Baca juga: dr. Nana Eulia Sampaikan Tips Mengatasi Kulit Berjerawat dan Kusam Akibat Penggunaan Masker

ilustrasi kantung empedu, begini penjelasan  dr. Hasan Maulahela
ilustrasi kantung empedu, begini penjelasan dr. Hasan Maulahela (nasional.kompas.com)

Baca juga: Badan Kurus tapi Perut Buncit, Bisakah Disebut Obesitas? Ini Tanggapan Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar

Hal ini karena proses pencernaan lemak oleh empedu masih tetap berjalan di usus, karena cairan empedu yang mencerna.

Pengangkatan kantung empedu mengakibatkan cairan empedu yang diproduksi di dalam hati terus mengalir menuju usus.

Akibatnya tubuh tidak bisa mencerna lemak dengan optimal, oleh sebab itu memicu sejumlah gangguan pencernaan seperti diare.

Baca juga: Kunci Utama Berhasil Turunkan Berat Badan di Usia 40 Tahun menurut Ahli Gizi R. Radyan Yaminar S. Gz

4 dari 4 halaman

Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroentero-Hepatologi, dr. Hasan Maulahela dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 13 Januari 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved