Breaking News:

Ketahui Beragam Dampak Pernikahan Dini, Dokter Sebut Mulut Rahim Menjadi Mudah Terpapar Infeksi

Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni mulut rahim (cervix) wanita di bawah usia 18 tahun belum sempurna.

Pixabay
Ilustrasi pernikahan dini yang tak baik untuk organ reproduksi wanita, begini pemaparan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni 

TRIBUNHEALTH.COM - Pernikahan dini dapat memberikan dampak yang tidak baik pada organ reproduksi wanita.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni memaparkan jika mulut rahim (cervix) wanita di bawah usia 18 tahun belum sempurna.

Hal ini mengakibatkan mulut rahim mudah terpapar infeksi dan memicu terjadinya kanker mulut rahim.

Selain itu, apabila wanita hamil di usia yang sangat muda atau remaja akan sulit dalam melakukan perawatan diri.

"Kita saja yang sudah dewasa hamil, mual, muntah luar biasa. Kalau pada usia yang sangat muda akan lebih cranky (mudah marah) karena anak masih labil," pungkas Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni.

Baca juga: dr. Rani: Dokter Perlu Mendiagnosa untuk Mengetahui Penyebab agar Tidak Terjadi Ulkus Kornea

ilustrasi kanker serviks sebagai dampak pernikahan dini, begini penuturan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni
ilustrasi kanker serviks sebagai dampak pernikahan dini, begini penuturan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni (health.kompas.com)

Baca juga: Sederet Manfaat Stem Cell, Tak Hanya Anti Aging Saja tetapi Dapat Memperbaiki Kualitas Hidup

Psikolog, Irma Gustiana dan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat.

Pasalnya kendala perawatan diri ini dapat memberikan nutrisi yang tidak baik pada bayi.

Hal ini bisa menyebabkan bayi yang baru lahir kecil, bayi lahir dengan komplikasi, angka kematian bayi meningkat, dan menimbulkan risiko lainnya.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni  menegaskan jika pemberian edukasi kepada anak-anak remaja sangatlah penting.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni menuturkan jika pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi yang utama diberikan oleh orang tua.

2 dari 2 halaman

Namun di sisi lain mayoritas orang tua menganggap jika edukasi mengenai sistem reproduksi adalah tugas dari tenaga pendidik di sekolah.

Baca juga: Pasang Behel Tak Sebentar, drg. H. Rahmat Juliadi Sebut Lama Waktu yang Dibutuhkan Agar Gigi Rapi

Ilustrasi pernikahan dini di kalangan remaja, begini penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni
Ilustrasi pernikahan dini di kalangan remaja, begini penjelasan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni (kompasiana.com)

Baca juga: Jangan Asal Pasang Behel, drg. H. Rahmat Juliadi Ingatkan Konsekuensi Gunakan Perawatan Gigi Ini

Hal ini karena di lingkungan maupun dalam budaya Indonesia pemberian edukasi seksual maupun sistem reproduksi dianggap sebagai hal yang tabu.

Selain itu hal ini juga dianggap liberal atau terlalu dini jika disampaikan pada anak-anak.

Padahal pemberian edukasi seksual perlu diajarkan sejak dini sehingga anak-anak bisa memilah hal-hal positif maupun negatif.

Baca juga: Radang Gusi adalah Penyebab Tersering Seseorang Mengalami Gusi Bengkak, Begini Ulasan drg. Anastasia

Penjelasan Psikolog, Irma Gustiana dan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ni Komang Yeni dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 09 Juni 2021.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved