Breaking News:

Benarkah Tinggal di Area Pertambangan Bisa Sebabkan Erosi Gigi? Begini Kata drg. R. Ngt. Anastasia

Menurut drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati erosi gigi bisa menyebabkan seseorang merasakan ngilu pada giginya.

klikdokter.com
Ilustrasi seseorang mengalami erosi gigi, begini pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati 

TRIBUNHEALTH.COM - Beberapa orang yang tinggal di lingkungan pertambangan mengeluhkan mengalami perubahan warna pada giginya, tak jarang mereka menganggap jika air di area pertambangan bisa mennyebabkan erosi gigi.

Bahkan ada sebagian orang yang mengatakan jika warna gigi mereka berubah menjadi warna keabu-abuan.

Salah satu yang paling dikhawatirkan dari area pertambangan adalah terjadinya kerusakan alam apabila lingkungan setempat tidak dikelola dengan ideal.

Sehingga dapat merusak air tanah dan tentu saja berpengaruh pada kondisi kesehatan masyarakat setempat termasuk bisa memicu kejadian erosi pada gigi.

Baca juga: Inilah Dampak Fatal yang Bisa Terjadi jika Penderita Asma Sering Terpapar Polusi Udara

Ilustrasi erosi gigi, begini penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Ilustrasi erosi gigi, begini penjelasan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (kompas.com)

Baca juga: Berikut Orang-orang yang Termasuk dalam Kelompok Rentan terhadap Paparan Polusi Udara

"Karena ada riset misalkan asap belerang, kemudian yang kedua air tanah yang keasamannya tinggi sementara itu dipakai untuk keseharian tentu saja punya peran," terang Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Warta Kota Production program Sapa Dokter edisi 08 Agustus 2022.

"Termasuk semisal air hujan, tadah langsung yang tidak diolah. Itulah mengapa saya menyarankan untuk mengukur kadar air setempat agar bisa dilakukan tindakan seperti koreksi begitu ya ke pihak internal company atau perusahaan agar bisa di perbaiki limbahnya dan sebagainya gitu," ujar Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

"Karena apabila amdal tidak ideal kan produk-produknya bisa masuk ke air tanah dan masyarakat akan terkena dampaknya," timpal Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dalam tayangan Sapa Dokter (08/08/2022).

"Terus kemudian tadi ada warna-warna keabu-abuan, kemungkinan pewarnaan juga gitu ya. Pewarnaan dari semisal logam berat. Jadi jangan sampai asupan air yang kita minum di rumah mengandung logam berat. Nggak boleh ya itu, idealnya tidak ada," tutur Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

Baca juga: Psikolog Bagikan Tips agar Penderita Psikosis Tetap Disiplin dalam Melakukan Pengobatan

Ilustrasi mengalami erosi gigi, begini penuturan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Ilustrasi mengalami erosi gigi, begini penuturan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (Pixabay.com)

Baca juga: Risiko Jika Hobi Nonton Blue Film, Ketahui dari Medical Sexologist, dr. Binsar Martin Sinaga, FIAS

Perlu menjadi informasi jika erosi gigi bisa menyebabkan seseorang merasakan ngilu pada giginya.

2 dari 2 halaman

Rasa ngilu disebabkan karena gigi terkikis akibat proses erosi yang terjadi kemudian lapisan enamel menjadi lebih tipis.

"Meskipun belum terbuka tapi kan sudah mendekati dentin gitu bisa memicu kejadian hipersensitif apalagi kalau sudah terbuka sangat mudah untuk memicu kejadian hipersensitif dari gigi," sambung Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

Selain itu, akibat terjadinya proses erosi, gigi bisa mengalami keretakan akibat kristal hidroksiapatit dari enamel menjadi rusak akibat kalsium keluar dari gigi ke saliva (air ludah).

Hal ini karena tingkat keasaman yang tinggi dalam kasus erosi disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang berasal dari banyaknya pemicu seperti faktor intrinsik atau faktor ekstrinsik.

"Keasaman gigi tadi yang tinggi, artinya pHnya kecil berarti keasamannya tinggi ya. Nah itu memicu naiknya konsentrasi ion hidrogen yang ini bisa memicu kejadian kerusakan dari kristal hidroksiapatit dari enamel," pungkasnya.

Baca juga: Bolehkah Minum Obat dengan Salah Satu Minuman Seperti Teh, Susu, atau Jus ? Simak Ulasan apt. Hesti

Ilustrasi terjadinya erosi gigi, simak pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati
Ilustrasi terjadinya erosi gigi, simak pemaparan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati (health.kompas.com)

Baca juga: Sering Disimpan Lama, Berikut apt. Hesti Purwaningsih Paparkan Batas Waktu Penggunaan Obat Racikan

"Kerusakan itu tentu saja memicu kejadian secara fisik gangguan-gangguan yang pada kondisi masih awal memang tidak begitu kelihatan. Tetapi pada kondisi yang sudah semakin parah bisa sebabkan keretakan," lanjut Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati.

Baca juga: Jangan Asal Gunakan Tetes Mata untuk Bersihkan Mata, dr. Naziya Sp.M Sebut: Mata Tidak Perlu Dicuci

Penjelasan Dokter Gigi, drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Warta Kota Production program Sapa Dokter edisi 08 Agustus 2022.

(Tribunhealth.com/DN)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ahmad Nur Rosikin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved